Kompas.com - 12/10/2021, 16:03 WIB

Pada orang lain, tekanan pada dinding aorta akibat tekanan darah tinggi yang konstan dapat melemahkan dinding aorta pada orang yang rentan, mengakibatkan robekan dan pembedahan.

Diseksi aorta di aorta asendens (bagian yang paling dekat dengan jantung di mana tekanannya paling tinggi) hampir dua kali lebih umum terjadi daripada di aorta desendens (aorta bagian bawah).

Robekan di aorta biasanya terjadi di area di mana tekanan pada dinding aorta paling tinggi.

Melansir Cleveland Clinic, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengembangkan diseksi aorta.

Ini mungkin termasuk:

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sedang berlangsung

Hipertensi adalah faktor risiko terbesar untuk diseksi aorta.

Baca juga: 8 Gejala Darah Tinggi, Penyakit Penyerta Covid-19 Terbanyak dan Berbahaya

Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan langsung pada lapisan jaringan aorta, menyebabkan hilangnya serat elastis, kerusakan struktur dinding aorta, dan peningkatan kekakuan dinding aorta.

2. Aterosklerosis

Ateroskleroris secara sederhana bisa dipahami sebagai penumpukan plak di arteri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.