Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Kompas.com - 17/10/2021, 19:03 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Kolesterol tinggi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begiti saja.

Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk serangan jantung.

Seseorang dapat didiagnosis memiliki kolesterol tinggi ketika pembacaan kadar kolesterolnya mencapai angka 240 mg/dL atau lebih besar.

Baca juga: Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah?

Lantas, bagaimana kolesterol tinggi bisa menyebabkan serangan jantung?

Kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyakit jantung karena masalah kesehatan ini dapat menganggu kinerja pembuluh darah.

Melansir Verywell Health, ketika ada terlalu banyak kolesterol dalam darah, hal itu bisa menyebabkan terbentuknya plak lemak di dinding arteri dan menyebabkan proses yang disebut aterosklerosis.

Nah, penumpukan plak lemak ini bisa juga terjadi di arteri koroner.

Arteri koroner adalah pembuluh darah yang bertugas mengantarkan darah ke jantung.

Plak lemak dapat menonjol ke dalam arteri dan pada akhirnya bisa menyebabkan penyumbatan sebagian atau seluruh aliran darah.

Jika suplai darah ke sebagian jantung sampai terputus oleh penyumbatan, hasilnya bisa berupa serangan jantung.

Melansir CDC, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala serangan jantung untuk diwaspadai:

1. Nyeri dada atau ketidaknyamanan di dada

Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah atau kiri dada yang berlangsung selama lebih dari beberapa menit atau yang hilang dan muncul kembali.

Baca juga: 4 Penyebab Nyeri Dada Selain Penyakit Jantung

Ketidaknyamanan bisa terasa seperti adanya tekanan yang tidak nyaman, remasan, sesak, atau rasa sakit di dada.

2. Merasa lemah, pusing, atau pingsan

Penderita serangan jantung juga bisa berkeringat dingin.

3. Nyeri atau ketidaknyamanan di rahang, leher, atau punggung

Nyeri akibat serangan jantung bukan hanya bisa terjadi di dada, tapi bisa menjalar ke rahang, leher, atau punggung.

Nyeri atau ketidaknyamanan pada sala satu atau kedua lengan maupun bahu juga bisa menjadi gejala serangan jantung.

Baca juga: 7 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

4. Sesak napas

Sesak napas sering disertai dengan ketidaknyamanan dada.

Tetapi, sesak napas pada serangan jantung juga dapat terjadi sebelum muncul ketidaknyamanan di dada.

Gejala lain dari serangan jantung bisa termasuk kelelahan yang tidak biasa atau tidak dapat dijelaskan, dan mual atau muntah.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh

Kolesterol bisa dipahami sebagai sejenis lipid atau lemak yang beredar dalam darah.

Merangkum Medical News Today, kolesterol sebenarnya termasuk senyawa yang sangat penting untuk kesehatan.

Manfaat kolesterol di antaranya, yakni:

  • Membantu tubuh dalam membangun sel-sel baru
  • Melindungi saraf
  • Mendukung produksi hormon tertentu

Tapi jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol memang bisa membahayakan kesehatan.

Kadar kolesterol tinggi dalam darah sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat.

Ini karena pada dasarnya organ hati secara alami dapat memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: 10 Cara Menurunkan Kolesterol dan Trigliserida Tinggi Secara Alami

Penerapan perilaku tidak sehat seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan merokok bisa menjadi biang kerok ketersediaan kolesterol dalam darah yang melebihi batas normal.

Kolesterol juga dapat masuk ke dalam tubuh lewat konsumsi makanan tertentu, seperti makanan hewani berupa daging, susu, atau telur, serta makanan yang digoreng.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com