Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/11/2021, 06:04 WIB

KOMPAS.com – Kantung empedu adalah organ kecil dengan panjang sekitar 7,6 cm dan lebar 2,5 cm yang terletak di sisi kanan perut, tepat di bawah hati.

Tugas kantung adalah menyimpan empedu, cairan yang dibuat oleh hati.

Setelah disimpan di kantung empedu, empedu akan dilepaskan ke usus kecil untuk membantu mencerna makanan.

Baca juga: 4 Penyebab Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai

Empedu mengandung zat yang berguna untuk memecah lemak dalam makanan.

Empedu juga berguna untuk membantu menghilangkan kelebihan kolesterol dari tubuh.

Kanker kantung empedu adalah pertumbuhan sel abnormal yang dimulai di kantung empedu.

Jika sel kanker berkembang di kantung empedu, hal itu bisa saja menyumbat saluran empedu dan cairan empedu tidak dapat mengalir ke usus kecil. Alhasil, proses pencernaan makanan tidak berjalan dengan semestinya.

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker kantung empedu sebaiknya memang tak boleh dianggap remeh.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kanker kantung empedu bisa semakin parah dan sel kanker dapat menyebar ke organ atau jaringan tubuh lainnya (metastasis).

Untungnya, kanker kantung empedu dilaporkan jarang terjadi.

Meski begitu, jenis kanker ini baik untuk tetap dapat diwaspadai.

Penyebab kanker kantung empedu

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker kantung empedu.

Baca juga: 5 Gejala Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai

Dilansir dari NHS, dokter hanya tahu bahwa kanker kantung empedu terbentuk ketika sel-sel kantung empedu yang sehat mengembangkan perubahan (mutasi) dalam DNA mereka.

DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan.

Perubahan akan memberitahu sel-sel untuk tumbuh di luar kendali dan untuk terus hidup ketika sel-sel lain biasanya akan mati.

Sel-sel yang terakumulasi dapat membentuk tumor yang bisa tumbuh di luar kantung empedu dan menyebar ke area lain di tubuh.

Sebagian besar kanker kantung empedu dimulai di sel kelenjar yang melapisi permukaan bagian dalam kantung empedu.

Kanker kantung empedu yang dimulai pada jenis sel ini disebut adenokarsinoma. Istilah ini mengacu pada cara sel kanker muncul saat diperiksa di bawah mikroskop.

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kantung empedu pada seseorang.

Baca juga: 8 Gejala Kanker Kantung Empedu yang Perlu Diwaspadai

Berikut ini faktor risiko penyebab kanker kantung empedu yang perlu diwaspadai:

1. Wanita

Melansir Mayo Clinic, kanker kantung empedu lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Wanita bahkan dilaporkan empat keli lebih sering terkena kankter kantung empedu daripada pria.

2. Lanjut usia

Risiko kanker kantung empedu meningkat seiring bertambahnya usia.

Di mana, kanker ini biasanya menyerang orang berusia di atas 65 tahun.

3. Riwayat batu empedu

Kanker kantung empedu paling sering terjadi pada orang yang memiliki batu empedu atau pernah memiliki batu empedu di masa lalu.

Batu empedu yang lebih besar dapat membawa risiko yang lebih besar.

Berdasarkan data American Society of Clinical Oncology (ASCO), batu empedu ditemukan pada 75 hingga 90 persen orang dengan kanker kantung empedu.

Baca juga: 8 Komplikasi Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai

4. Penyakit dan kondisi kantung empedu lainnya

Kondisi kantung empedu lain yang dapat meningkatkan risiko kanker kantung empedu, termasuk:

  • Polip kantung empedu
  • Peradangan kantung empedu (kolesistitis) kronis
  • Infeksi kantung empedu

5. Peradangan pada saluran empedu

Kolangitis sklerosis primer yang menyebabkan peradangan pada saluran empedu dapat meningkatkan risiko kanker saluran empedu maupun kanker kantung empedu.

Saluran empedu adalah saluran yang berfungsi mengalirkan empedu dari kantung empedu dan hati.

Baca juga: 8 Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Batu Empedu

6. Penyakit tifus atau tipes

Merangkum Health Line, bakteri Salmonella merupakan bakteri penyebab penyakit tifus.

Orang dengan infeksi kronis jangka panjang dengan atau tanpa gejala memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kantung empedu.

7. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker kantung empedu

Risiko seseorang terkena kanker kantung empedu akan naik sedikit jika memiliki riwayat penakit ini di keluarga.

8. Kantung empedu porselen

Ini adalah saat kantung empedu terlihat putih, seperti porselen, karena dindingnya mengapur.

Kantung empedu porselen dapat terjadi setelah kolesistitis kronis dan ini terkait dengan peradangan.

Siapa saja yang memiliki faktor risiko penyebab kanker kantung empedu sebaiknya dapat menemui dokter untuk membahas kemungkinan memiliki penyakit ini, terlebih jika mencurigai diri mengalami gejala kanker kantung empedu.

Baca juga: 8 Penyebab Kanker Kandung Kemih yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+