Kompas.com - 02/12/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com- Ketika terkena zat seperti serbuk sari atau spora jamur, mata Anda mungkin akan menjadi merah, gatal, dan berair.

Ini adalah gejala konjungtivitis alergi.

Melansir dari Healthline, alergi mata atau konjungtivitis alergi adalah peradangan mata yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat seperti serbuk sari atau spora jamur.

Bagian dalam kelopak mata dan penutup bola mata Anda memiliki membran yang disebut konjungtiva.

Baca juga: 8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Konjungtiva rentan terhadap iritasi dari alergen, terutama selama musim demam.

Konjungtivitis alergi cukup umum.

Ini adalah reaksi tubuh Anda terhadap zat yang dianggap berpotensi berbahaya.

Jenis konjungtivitis alergi

Ada berbagai jenis konjungtivitis alergi.

1) Konjungtivitis alergi musiman atau rinokonjungtivitis alergi

Serbuk sari adalah alergen yang paling umum menyebabkan konjungtivitis di negara-negara subtropis.

Jika konjungtivitis disebabkan oleh serbuk sari, kemungkinan akan ada gejala lain, termasuk bersin, hidung gatal, tersumbat, atau berair, dan mata gatal dan berair.

Konjungtivitis alergi musiman atau rinokonjungtivitis alergi juga dikenal sebagai hay fever.

Biasanya terjadi selama musim semi dan musim panas.

Pada saat ini, tanaman, dan terutama rumput, pohon, dan bunga, berada dalam serbuk sari.

Beberapa orang memiliki gejala selama awal musim gugur.

2) Konjungtivitis kontak

Juga dikenal sebagai dermatitis kontak, gejala biasanya disebabkan oleh kosmetik, obat tetes mata, atau bahan kimia lain yang mengiritasi konjungtiva pada mereka yang rentan.

Kontak dengan zat-zat ini menyebabkan respons alergi. Beberapa orang sensitif terhadap zat tertentu.

Gejala biasanya berkembang 2 sampai 4 hari setelah zat bersentuhan dengan mata.

3) Konjungtivitis papiler raksasa

Hal ini sering terjadi akibat pemakaian lensa kontak.

Pada beberapa orang, lensa kontak menyebabkan ketidaknyamanan.

Ini bisa menjadi semakin buruk dan semakin tidak nyaman, menyebabkan mata menjadi merah.

Konjungtivitis papiler raksasa (GPC) juga dapat terjadi ketika seseorang menggunakan lensa kontak keras setelah operasi mata.

Kebersihan yang buruk saat menangani lensa kontak, larutan, dan wadah dapat menyebabkan infeksi mata.

4) Konjungtivitis Perenial

Konjungtivitis abadi berlangsung sepanjang tahun.

Ini terutama hasil dari alergi terhadap tungau debu rumah.

Ini adalah makhluk mikroskopis seperti serangga yang hidup terutama di tempat tidur, furnitur berlapis kain, dan karpet.

Tungau debu memakan sel-sel kulit yang ditumpahkan oleh manusia, dan mereka menyukai lingkungan yang hangat dan lembab.

Alergi tungau debu adalah respons sistem kekebalan terhadap protein tungau debu tertentu.

Hal ini menyebabkan berbagai masalah, termasuk konjungtivitis, hidung tersumbat atau berair, bersin, dan penyempitan saluran udara, seperti pada asma .

Penyebab lainnya termasuk bulu binatang, sisik kecil dari kulit binatang atau rambut atau bulu burung. Ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Baca juga: 7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

 

Penyebab konjungtivitis alergi

Anda mengalami konjungtivitis alergi ketika tubuh mencoba untuk mempertahankan diri terhadap ancaman yang dirasakan.

Ini dilakukan sebagai reaksi terhadap hal-hal yang memicu pelepasan histamin.

Tubuh Anda menghasilkan bahan kimia yang kuat ini untuk melawan zat asing.

Beberapa zat yang menyebabkan reaksi ini adalah:

  • debu rumah tangga
  • serbuk sari dari pohon dan rumput
  • spora jamur
  • bulu binatang
  • aroma kimia seperti deterjen atau parfum rumah tangga

Beberapa orang mungkin juga mengalami konjungtivitis alergi sebagai reaksi terhadap obat atau zat tertentu yang dijatuhkan ke mata, seperti larutan lensa kontak atau obat tetes mata.

Gejala konjungtivitis alergi

Melansir dari Medical News Today, kebanyakan orang dengan konjungtivitis alergi memiliki masalah dengan kedua mata.

Gejala dapat muncul dengan cepat, segera setelah mata bersentuhan dengan alergen.

Dalam kasus lain, misalnya, jika obat tetes mata menyebabkan reaksi, gejala mungkin muncul setelah 2 hingga 4 hari.

Gejala konjungtivitis alergi meliputi:

  • Mata merah atau merah muda: Mata menjadi teriritasi karena kapiler, atau pembuluh darah kecil, melebar di konjungtiva.
  • Nyeri: Ini dapat mempengaruhi satu atau kedua mata. Jika seseorang memiliki mata merah yang menyakitkan, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatannya terpengaruh, mereka harus segera menemui dokter.
  • Gatal: Saat mata teriritasi, mereka mungkin gatal. Menggosok bisa memperburuk rasa gatal.
  • Kelopak mata bengkak: Kelopak mata bisa membengkak ketika konjungtiva meradang, atau jika orang tersebut sering menggosoknya.
  • Nyeri: Peradangan dapat membuat seluruh area terasa sakit dan nyeri. Beberapa orang mengatakan rasa sakitnya seperti terbakar.
  • Orang dengan konjungtivitis alergi musiman akan mengalami gejala pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun, biasanya dari awal musim semi hingga musim panas, dan terkadang hingga musim gugur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.