Kompas.com - 10/01/2022, 20:00 WIB
Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Konsumsi makanan tinggi natrium di malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur, karena terjadi peningkatan tekanan darah dan cairan. SHUTTERSTOCKMengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Konsumsi makanan tinggi natrium di malam hari dapat menyebabkan gangguan tidur, karena terjadi peningkatan tekanan darah dan cairan.

KOMPAS.com - Sementara kebanyakan orang tahu bahwa merokok itu buruk bagi kesehatan dan makan terlalu banyak makanan olahan dapat merugikan, ada banyak kebiasaan buruk lainnya yang juga perlahan-lahan dapat merusak kesehatan.

Beberapa kebiasaan ini mungkin sulit dikenali, terutama jika itu adalah bagian dari rutinitas seseorang. 

Ia mungkin tidak langsung merasakan efek berbahaya apa pun, tetapi seiring waktu efek tersebut dapat berdampak serius pada hubungan, kesehatan fisik, dan kesehatan psikologis.

Berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan, seperti dilansir dari Very Well Health.

Baca juga: Apa Perbedaan Gejala Depresi dan Kesedihan Biasa?

1. Stres

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Behavior Research and Therapy menemukan bahwa merenungkan peristiwa yang menimbulkan stres dapat menyebabkan peningkatan gejala depresi.

Semakin banyak orang memikirkan peristiwa yang membuat stres, semakin besar kemungkinan mereka menjadi depresi.

Para peneliti menemukan bahwa mengurangi aktivitas tersebut dapat membantu meringankan suasana hati yang tertekan.

Sadarilah berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk memikirkan peristiwa-peristiwa yang membuat stres dalam hidup.

Daripada mengulangi hal-hal yang tidak dapat diubah, berkomitmenlah untuk menggunakan energi untuk tujuan yang lebih bermanfaat seperti merencanakan masa depan atau menikmati saat ini.

2. Terlalu sering berkeluh kesah kepada teman

Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology menemukan hubungan antara co-rumination, yakni perilaku ketika hubungan teman sebaya berfokus pada percakapan berorientasi negatif, dan depresi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.