Kompas.com - 07/02/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi selama kehamilan bisa berakibat fatal bagi ibu dan janin.

Bagi ibu, hipertensi bisa memicu eklamsia, stroke, dan pelepasan plasentas dari dinding rahim.

Pada bayi, tekanan darah tinggi juga bisa memicu kelahiran prematur, dan berat badan bayi rendah.

Tekanan darah tinggi juga bisa membuat suplai oksigen ke bayi berkurang. Bayi juga berpotensi kekurangan nutrisi untuk tumbuh dalam rahim.

Hipertensi pada ibu hamil bisa dideteksi dari gejala awalnya. Beberapa gejala yang menunjukan hipertensi pada wanita hamil antara lain:

  • Sakit kepala konstan.
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan tangan dan wajah.
  • Rendah, atau tidak ada, urin.

Baca juga: Cara Pencegahan DBD, dari 3M Plus hingga Menjaga Daya Tahan Tubuh

Penyebab tekanan darah tinggi pada wanita hamil juga bermacam-macam. Berikut berbagai hal yang bisa memicu tekanan darah tinggi selama kehamilan:

  • Kehamilan pertama.
  • Memiliki ibu atau saudara perempuan yang memiliki tekanan darah tinggi saat hamil.
  • Kehamilan kembar.
  • Berusia lebih dari 40 tahun.
  • Kelebihan berat badan saat hamil.
  • Memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil.

Pencegahan

Cara mudah mencegah hipertensi selama kehamilan adalah melalui perubahan gaya hidup.

Ibu hamil disarankan untuk rutin olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Selain rutin olahraga dan menerapkan pola makan sehat, Anda juga disarankan melakukan langkah berikut:

  • membatasi asupan garam
  • tetap terhidrasi
  • mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan makanan nabati dan rendah makanan olahan
  • berolahraga secara teratur
  • rutin melakukan pemeriksaan kehamilan
  • menghindari merokok dan minum alkohol.

Baca juga: Nefropati Diabetik

Pengobatan

Wanita dengan hipertensi kronis harus terus minum obat antihipertensi selama kehamilan mereka.

Namun, beberapa obat antihipertensi umum tidak cocok untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, sehingga mereka harus konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi obat apapun.

Hipertensi yang parah bisa memicu eklamsia. Penyedia layanan kesehatan dapat merekomendasikan obat antikonvulsif, seperti magnesium sulfat, untuk mencegah kejang pada orang dengan eklampsia atau preeklamsia.

Dalam beberapa kasus, wanita juga perlu melahirkan lebih awal untuk mengatasi efek dari tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.