Namun, tidak semua orang yang memiliki tukak lambung memiliki gejala.
Jika tidak diobati, tukak esofagus dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti perforasi esofagus (lubang di kerongkongan) atau tukak berdarah.
Baca juga: Kentang Rebus untuk Penderita Asam Lambung, Boleh atau Tidak?
Mengutip Healthline, ketika asam lambung kronis tidak diobati dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal (neoplasia) di kerongkongan.
Akibatnya, kerongkongan bisa menjadi lebih sempit dan lebih ketat.
Kondisi tersebut dikenal sebagai striktur esofagus, yang sering kali membuat orang mengalami kesulitan atau kesakitan untuk menelan.
Striktur esofagus juga dapat mempersulit makanan dan cairan untuk mengalir dari kerongkongan ke perut, dan pernapasan bisa terasa menyempit.
Dalam beberapa kasus, makanan padat bisa tersangkut di kerongkongan. Ini dapat meningkatkan risiko orang tersedak.
Kemudian jika tidak dapat dengan mudah menelan makanan dan cairan, hal itu dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi.
Baca juga: 10 Cara Mencegah Asam Lambung Naik dengan Gaya Hidup dan Obat
Mengutip Healthline, asam lambung yang naik ke tenggorokan atau mulut dapat terhirup ke dalam paru-paru.
Jika itu terjadi terus menerus dan dibiarkan, dapat menyebabkan pneumonia aspirasi.
Pneumonia aspirasi adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan gejala, seperti:
Pneumonia aspirasi juga dapat mengakibatkan kematian, jika tidak ditangani segera.
Perawatan komplikasi penyakit asam lambung kronis ini biasanya melibatkan penggunaan obat antibiotik.
Dalam kasus yang lebih parah dilakukan rawat inap dan perawatan pendukung untuk pernapasan.
Baca juga: Kenali Gejala Silent Reflux, Asam Lambung Naik Diam-diam
Mengutip Healthline, kerusakan berkelanjutan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung kronis dapat memicu perubahan seluler pada lapisan kerongkongan.