Kompas.com - 01/09/2022, 16:58 WIB

KOMPAS.com - Percepatan penurunan angka stunting, masalah gagal tumbuh pada anak akibat kurang gizi kronis, menjadi fokus pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil Studi Status Gizi Indonesia Kementrian Kesehatan mengungkap, angka stunting tahun 2021 masih tinggi, yaitu 24,4 persen. Angka tersebut masih jauh dari target pemerintah yang ditetapkan 14 persen di tahun 2024.

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi, terutama protein hewani, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Dampaknya anak berperawakan pendek dan tingkat kecerdasannya di bawah rata-rata. Mereka juga lebih rentan menderita penyakit kronis di usia dewasa.

Berbagai penelitian menunjukkan penyebab utama stunting adalah kurang gizi yang berlangsung kronis, bahkan sejak anak dalam kandungan.

Dijelaskan oleh ahli gizi Prof Sandra Fikawati, pencegahan stunting seharusnya dimulai sejak sebelum menikah, yaitu dengan konsumsi protein hewani agar tidak anemia.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Anemia?

Remaja putri yang menderita anemia beresiko menjadi wanita usia subur yang anemia, selanjutnya menjadi ibu hamil dan menyusui yang anemia.

"Jika ibu hamil anemia, pertumbuhan janin akan terganggu karena oksigen yang membawa makanan ke jabang bayi tersendat," ujar Guru Besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Anemia pada remaja puteri disebabkan gaya hidup yang kurang sehat. Merujuk pada data Riskesdas tahun 2018, sekitar 65 persen remaja tidak sarapan, 97 persen kurang mengonsumsi sayur dan buah, kurang aktivitas fisik serta konsumsi Gula, Garam dan Lemak (GGL) berlebihan.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Gizi 1.000 hari pertama

Sejatinya apa yang terhidang di piring kita bisa menentukan kualitas generasi mendatang. Itu sebabnya peningkatan edukasi gizi pada ibu hamil menentukan nasib anak.

Kebutuhan protein hewani seorang anak sangat tinggi sehingga tidak boleh ditawar. Adapun sumber pangan yang mengandung protein hewani, seperti telur, ikan, daging, dan susu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.