Kompas.com - 02/09/2022, 19:31 WIB

KOMPAS.com - Efek gangguan tiroid pada wanita dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, mulai dari haid sampai menopause.

Perlu diketahui, tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu di pangkal leher yang berguna untuk mengatur metabolisme tubuh.

Dilansir dari Women’s Health, jenis penyakit tiroid pada wanita yang kerap menyerang di antaranya hipotiroid, hipertiroid, radang tiroid, gondok, nodul tiroid, dan kanker tiroid.

Untuk mengenal lebih dekat masalah kesehatan ini, kenali beberapa efek gangguan tiroid pada wanita.

Baca juga: 5 Gejala Gangguan Tiroid yang Perlu Diwaspadai

Efek gangguan tiroid pada wanita

Gangguan tiroid seperti kelenjar yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat menyebabkan hormon tidak seimbang. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, berikut beberapa efeknya:

  • Pubertas dini atau terlambat

Hormon tidak seimbang karena gangguan tiroid bisa menyebabkan pubertas tidak normal. Remaja putri bisa mengalami pubertas dini (lebih awal daripada sebayanya) atau terlambat.

  • Haid tidak normal

Pada wanita usia produktif, gangguan tiroid juga bisa menyebabkan haid tidak normal. Seperti haid yang sangat sedikit, haid sangat banyak, siklus haid tidak teratur, atau tidak haid padahal belum menopause.

Baca juga: 10 Jenis Penyakit yang Menyerang Kelenjar Tiroid

  • Gangguan kesuburan

Gangguan tiroid pada wanita juga bisa memengaruhi kesuburan. Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat menghambat proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur.

  • Meningkatkan risiko kista

Penyakit hipotiroid atau kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko kista pada wanita, terutama di organ reproduksi seperti rahim, leher rahim (serviks), atau indung telur (ovarium).

  • Mual parah selama kehamilan

Wanita yang memiliki hipertiroid lebih rentan mengalami mual atau morning sickness yang parah selama kehamilan.

Baca juga: 10 Gejala Kelenjar Tiroid Bermasalah, Tak Hanya Benjolan di Leher

  • Komplikasi kehamilan

Penyakit hipotiroid bisa menyebabkan kehamilan berisiko tinggi. Kekurangan hormon tiroid meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir meninggal dunia, dan pendarahan setelah melahirkan.

  • Peradangan tiroid pasca-persalinan

Gangguan tiroid selama kehamilan menyebakan wanita rentan terkena peradangan tiroid atau tiroiditis pasca-persalinan.

  • Menopause dini

Efek gangguan tiroid pada wanita juga bisa memicu menopause dini atau mati haid sebelum usia 40 tahun, terutama jika wanita memiliki kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroid).

Baca juga: Penyebab Susah Hamil bisa Karena Gangguan Tiroid, Kenapa Begitu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.