Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi di Kaki yang Perlu Diwaspadai

Kompas.com - 25/01/2024, 18:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Namun, gejala ini umumnya hanya dialami ketika Anda jarang bergerak atau meninggikan posisi kaki saat berbaring untuk mengurangi rasa sakit.

  • Nyeri kaki

Rasa nyeri yang tidak tertahankan dapat muncul di area betis, pantat, kaki, atau paha.

Selain itu, risiko untuk mengalami ulkus atau luka arteri ketika aliran darah tidak lancar dan menyebabkan kerusakan sel, jaringan, dan saraf di area kaki.

Baca juga: Gejala Kolesterol di Usia Muda dan Cara Mengatasinya

  • Nyeri otot saat tidak beraktivitas

Rasa nyeri karena PAD sering tidak dapat hilang meskipun Anda sudah beristirahat.

Beberapa orang akan mengalami rasa sakit, kedinginan, atau kebas, di area kaki dan jari kaki, khususnya di malam hari ketika posisi kaki disangga lebih tinggi dari tubuh saat berbaring.

  • Nyeri otot saat berolahraga

Penyakit arteri perifer yang disebabkan oleh kolesterol tinggi juga dapat memicu rasa sakit, kram, kebas, dan kelelahan, saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya, seperti olahraga.

Pasalnya, otot memerlukan pasokan darah yang lebih banyak untuk melakukan aktivitas fisik. Namun, kondisi yang dialami justru membuat pembuluh darah tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.

  • Penyusutan otot

Atrofi atau penyusutan otot dapat terjadi di area betis atau bagian kaki lainnya.

Kondisi ini dapat memicu terjadinya perubahan struktur otot dan menurunkan kemampuan bergerak pada penderitanya.

  • Perubahan kulit dan rambut

Penderita penyakit arteri perifer juga dapat mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari biasanya atau kebiruan.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi rambut di area kaki sehingga akan rontok atau tumbuh lebih lambat dari biasanya.

  • Penebalan kuku kaki

Penebalan kuku kaki juga akan terjadi seiring berjalannya waktu.

Pasalnya, sirkulasi darah ke area kaki dan jari kaki tidak lancar sehingga kuku akan menjadi lebih tebal, atau mengalami perubahan bentuk atau warna.

  • Kerusakan jaringan

Penyakit arteri perifer yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan jaringan di kaki.

Ketika aliran darah tidak lancar, area kaki berubah menjadi hitam dan tidak dapat disembuhkan secara total sehingga perlu diatasi melalui prosedur operasi.

Baca juga: 7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi dengan Cepat

  • Denyut nadi melemah atau hilang

Aliran darah yang terhambat atau terhenti ke area kaki dapat membuat denyut nadi melemah atau hilang.

Meskipun begitu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan denyut nadi di tangan dan kaki.

Ciri-ciri kolesterol tinggi di kaki umumnya akan muncul ketika kondisi yang dialami sudah serius dan menyebabkan terjadi penyakit arteri perifer.

Kolesterol tinggi umumnya tidak memiliki gejala khusus dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah sehingga Anda perlu melakukannya secara berkala untuk menghindari terjadinya komplikasi kesehatan yang serius.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com