Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Penderita Asam Urat Ginjalnya Rusak? Berikut Penjelasannya...

Kompas.com - 31/03/2024, 06:05 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

KOMPAS.com - Ginjal adalah organ tubuh yang membantu mengontrol kadar asam urat. Lantas, apakah penderita asam urat ginjalnya rusak?

Ya, asam urat tinggi yang tidak ditangani juga mengakibatkan penumpukan kristal urat pada ginjal yang mengganggu fungsi ginjal.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai kondisi ginjal pada penderita asam urat berikut.

Baca juga: Berapa Kadar Asam Urat Normal Orang Dewasa?

Apakah penderita asam urat ginjalnya rusak?

Ya, selain mengalami nyeri dan peradangan pada sendi, penderita asam urat berisiko mengalami kerusakan pada ginjal.

Dikutip dari American Kidney Fund, kristal asam urat yang menumpuk di ginjal bisa menyebabkan luka dan kerusakan.

Hal itu dapat mengganggu fungsi ginjal serta menyebabkan timbulnya batu ginjal (nefroliatisis).

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Pengendapan kristal asam urat juga dapat terjadi pada tubulus di ginjal yang mengakibatkan penyumbatan dan berkembang menjadi ganggugan ginjal akut.

Kerusakan ginjal akibat asam urat yang tidak diobati dengan tepat bisa menyebabkan gagal ginjal.

Akibatnya, seseorang perlu menjalani cuci darah atau hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjalnya.

Baca juga: Apakah Asam Urat Bisa Keluar Lewat Urine? Berikut Penjelasannya...

Masalah pada ginjal bisa mengakibatkan asam urat tinggi

Adapun gangguan atau masalah ginjal yang sudah ada juga bisa mengakibatkan kenaikan kadar asam urat.

Hal itu karena ginjal adalah organ tubuh yang berperan mengendalikan kadar asam urat dalam batas normal yaitu 7,0 mg/dl pada pria dan 6,0 mg/dl untuk wanita.

Dikutip dari laman Universitas Airlangga, ginjal mengatur pembuangan asam urat dari tubuh melalui urine.

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Korea Selatan 1-0, Gol Dramatis Evandra Penentu Kemenangan Garuda Asia

Namun, masalah pembuangan bisa mengakibatkan kenaikan kadar uric acid atau yang disebut hiperurisemia.

Pembuangan asam urat dapat terganggu akibat penurunan proses filtrasi ginjal di glomerulus ginjal, penurunan ekskresi dalam tubulus ginjal dan peningkatan absorpsi kembali.

Itu sebabnya, kita perlu melakukan medical check-up atau pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui kondisi organ tubuh, termasuk ginjal.

Selain itu untuk mengontrol kada asam urat, pastikan membatasi makanan tinggi purin, seperti konsumsi jeroan atau daging organ, daging merah, sarden, emping melinjo, ikan teri, kudapan manis, dan minuman beralkohol.

Baca juga: Ikan Apa yang Boleh Dikonsumsi oleh Penderita Asam Urat?

Dilansir dari Yankes Kemkes, Anda juga perlu menjalankan gaya hidup sehat lainnya, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Apabila sudah bergejala, maka pengobatan penyakit asam urat bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah timbulnya komplikasi terutama ke organ vital seperti ginjal.

Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui obat-obatan yang pas guna mengatasi keluhan akibat serangan asam urat, seperti nyeri sendi, pembengkakan, serta masalah lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Negosiasi Tarif Trum 32 Persen, Indonesia Kirim Tim Lobi Tingkat Tinggi ke AS
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau