Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Mengatasi Kelelahan Perjalanan Selama Mudik Lebaran

Kompas.com - 14/04/2024, 14:00 WIB
Khairina

Penulis

Sumber CNET

 

KOMPAS.com-Di musim liburan atau mudik Lebaran, kualitas tidur seringkali terganggu. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari perjalanan mobil yang tidak nyaman, jet lag di pesawat, stres saat merencanakan perjalanan dan perasaan cemas karena bepergian sendirian.

Gangguan itu menyebabkan kelelahan perjalanan atau travel fatigue, yang membuat pelancong atau pemudik merasa pening, rewel, dan kelelahan.

 

Tidur malam yang nyenyak merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. 

Baca juga: Tips Peregangan Ringan Selama Perjalanan Mudik Lebaran

Tidur malam meningkatkan fungsi otak, memperbaiki jaringan otot dan meningkatkan suasana hati.

Beberapa tips di bawah ini bisa dipertimbangkan untuk membantu agar tidur lebih nyenyak selama perjalanan:

- Persiapkan tubuh untuk jadwal baru

Mulai tiga hari sebelum berangkat, tetapkan waktu tidur sesuai zona waktu di tujuan setiap harinya. Ini akan membantu tubuh terbiasa dengan perubahan waktu baru yang akan dialami dalam beberapa hari, dan memungkinkan pemudik tetap tertidur di perjalanan.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Namun, aturan ini ada pengecualian, jika pemudik atau pelancong melintasi zona waktu hanya selama 2 hari, patuhi jadwal waktu tidur.

- Jadwal seperti penduduk setempat

Saat tiba di tujuan, sinkronkan jadwal dengan penduduk setempat. Bangunlah saat bangun pagi dan tidur di jam yang sama seperti penduduk setempat.

- Kemas pakaian dengan nyaman

Kemasi pakaian yang paling nyaman untuk bepergian dan bantal berkualitas baik untuk tidur. Bahan yang longgar dapat membantu merasa nyaman saat melakukan perjalanan jauh, dan hal ini penting jika ingin tidur selama perjalanan.

Bantal juga bisa memudahkan tertidur. Bawalah bantal standar untuk jok belakang mobil atau bantal berbentuk C untuk melingkari leher saat berada di pesawat atau kereta api.

-Jika harus tetap terbangun, teruslah bergerak
Seperti cahaya, suhu tubuh juga berperan penting dalam mengatur siklus tidur-bangun kita. Jika suhu tubuh lebih tinggi, itu pertanda sudah waktunya untuk bangun. Itulah alasan mengapa orang yang tidur dalam keadaan panas akan kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas jika suhunya terlalu hangat. Menjaga tubuh tetap bergerak dan detak jantung tetap tinggi, membantu melawan rasa pening dan kelelahan yang menyertai perjalanan.

Baca juga: 10 Cara Praktis Mencegah Mabuk Perjalanan yang Perlu Diketahui

-Makanan yang bergizi dan minum air putih

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kenakan Tarif Sampai 32 Persen, Trump Dendam dengan Tarif Indonesia?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau