KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari 481 kepala daerah terpilih yang dilantik pada Kamis (20/2/2025) memiliki kadar kolesterol yang melebihi batas normal.
Hal ini disampaikan Bima usai digelarnya pemeriksaan kesehatan para kepala daerah terpilih di Kantor Kemendagri, Jakarta, seperti dikutip dari Tribunnews, Selasa (18/2/2025).
Menurut Bima, kolesterol yang terdeteksi di atas angka 200 tersebut cukup menjadi perhatian.
“Secara keseluruhan juga kami pantau semua, ada sekitar 30 persen yang kolesterolnya di atas rata-rata, di atas 200,” ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Diminta Aktif Ikut Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Posyandu
Meski begitu, Bima menegaskan bahwa secara keseluruhan, kondisi kesehatan kepala daerah yang akan dilantik dalam acara seremonial di Istana Kepresidenan pada hari Kamis dinyatakan dalam keadaan baik.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan dan retret yang akan diadakan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
Bima menambahkan, selain kolesterol tinggi, beberapa kepala daerah juga terdeteksi memiliki kadar asam urat dan gula darah yang sedikit lebih tinggi dari nilai normal.
Meski demikian, ia menilai bahwa kondisi fisik para kepala daerah yang akan dilantik tidak menimbulkan kekhawatiran serius.
“Angka-angka itu tetap kami jadikan atensi untuk kami lakukan terus observasi,” kata Bima.
Ia memastikan bahwa pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan para kepala daerah terpilih.
Kepala daerah yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti kolesterol tinggi, akan mendapat perhatian khusus.
Bima menyebutkan bahwa mereka yang memiliki masalah kesehatan serius atau riwayat operasi dalam enam bulan terakhir akan diberi perhatian ekstra saat mengikuti kegiatan retret di Akademi Militer Magelang, yang akan dimulai pada Jumat (21/2/2025).
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Dapat Deteksi Penyakit Paru dan Kurangi Kebiasaan Merokok
Untuk diketahui, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi cek darah, tekanan darah, kolesterol, kadar gula, serta riwayat medis lainnya.
Hal ini bertujuan agar seluruh kepala daerah terpilih siap mengikuti pelantikan dan orientasi retret yang padat, yang mengharuskan mereka untuk mengikuti program-program fisik yang cukup intensif.
Dengan adanya perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan ini, Bima berharap para kepala daerah terpilih dapat menjalani masa jabatan mereka dengan tubuh yang sehat dan optimal, sehingga mereka bisa bekerja dengan maksimal demi kepentingan masyarakat.
"Penting untuk memastikan bahwa mereka dalam kondisi terbaik saat memulai tugasnya," tegas Bima.
Meskipun sebagian besar hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik, Bima dan tim medis akan terus memantau perkembangan kesehatan para kepala daerah selama mereka mengikuti retret dan selama masa jabatan mereka di pemerintahan.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Tanpa Beban BPJS, Semua Warga Bisa Mendaftar
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.