Biji wijen mengandung magnesium, tembaga, zat besi, tiamin, zinc, dan kalsium.
Seperempat cangkir biji wijen kering mengandung 351,2 miligram kalsium atau 28 persen DV. Porsi ini juga mencukupi 30 persen kebutuhan magnesium harian.
Susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium menjadi alternatif bagi yang tidak mengonsumsi susu sapi.
Satu cangkir susu kedelai merek Silk Original mengandung 450 miligram kalsium atau 35 persen DV, serta 8 gram protein.
Satu cangkir keju mozzarella parut mengandung 566 miligram kalsium atau 43,5 persen DV, serta 24,9 gram protein.
Protein membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan gula darah, serta menjaga berat badan ideal.
Baca juga: 10 Vitamin untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Ada Vitamin B12 dan Kalsium
Salmon kaleng juga mengandung kalsium tinggi.
Satu kaleng (454 gram) salmon kaleng mengandung 967 miligram kalsium atau 74,3 persen DV. Tulangnya lunak dan bisa dikonsumsi sebagai sumber kalsium yang mudah diserap tubuh.
Salmon juga kaya protein, vitamin B12, selenium, dan zinc.
Parmesan adalah keju keras dan asin yang tinggi kalsium. Satu ons parmesan mengandung 335 miligram kalsium atau 25,7 persen DV.
Kandungan laktosa pada parmesan lebih rendah dibanding keju lunak, sehingga lebih ramah bagi penderita intoleransi laktosa.
Sereal sarapan yang difortifikasi dengan kalsium bisa memberikan 100–1.000 miligram kalsium per porsi, tergantung jenisnya, atau 10–100 persen DV.
Sereal fortifikasi cocok untuk individu dengan kebutuhan kalsium tinggi dan anggaran terbatas.
Susu almond juga sering difortifikasi dengan kalsium.
Susu almond cocok bagi mereka yang menjalani diet nabati atau memiliki intoleransi terhadap produk susu.
Cheddar adalah keju populer yang kaya kalsium.
Dua ons cheddar mengandung 398 miligram kalsium atau 30,6 persen DV, serta memenuhi 16,3 persen kebutuhan harian vitamin A.
Ricotta adalah produk susu yang lembut dan kaya kalsium.
Satu cangkir ricotta mengandung 507 miligram kalsium atau 39 persen DV, serta tinggi protein, selenium, fosfor, dan beberapa vitamin B.