Minggu, 20 April 2014 22:41

Bila Kafein Sudah Mulai Mengganggu

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 2 Oktober 2009 | 15:56 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
TERKAIT:

KOMPAS.com — Dampak kafein ternyata bukan hanya gangguan tidur dan sakit kepala. Selama bertahun-tahun dunia ilmiah telah menghujani masyarakat umum tentang dampak negatif kafein. Dari meningkatnya kolesterol hingga jantung berdebar.

Pada dosis lebih tinggi lagi (lebih dari 7 cangkir per hari), kopi bisa menimbulkan gangguan emosi dan indera, terutama pendengaran dan penglihatan.

Untunglah dampak negatif kafein ini baru muncul bila konsumsi kopi sudah berlebihan. Menurut para ahli, dua cangkir kopi sehari mungkin tak akan sampai menimbulkan masalah. Tapi, bila sudah berlebih pasti akan menimbulkan gangguan. Karena itu ikuti saran pengarang buku Rahasia Awet Muda bagi Pria, Doug Dollemore dan Mark Giuliucci berikut ini:

Hindari kopi saat petang
Penelitian menunjukkan kafein tetap berada dalam tubuh Anda lebih lama daripada kebanyakan stimulan lainnya. Separuh dari kafein yang dikonsumsi dari secangkir kopi mungkin masih berada dalam pembuluh balik Anda sampai lima jam kemudian. Karena itu, jika Anda merasa sulit tidur, hindari kafein sejak petang hari.

Mulai kurangi sejak sekarang
Cobalah mencari jenis kopi yang kafeinnya sudah dikurangi separuh. Atau, ganti dengan kopi dari biji kopi arabika. Kandungan kafein dalam biji kopi jenis ini lebih kurang hanya dua pertiga kafein pada biji kopi robusta yang lebih murah dan sering digunakan untuk kopi instan.

Hindari pula sumber-sumber kafein lainnya, seperti minuman ringan, teh, atau dark chocolate. 100 gram dark chocolate mengandung kafein yang sama seperti dalam secangkir kopi.

Baca label dengan teliti
Obat-obat pengusir kantuk memang sarat dengan kafein. Tapi, tahukah Anda bahwa beberapa obat analgesik mengandung kafein sebanyak yang terdapat dalam sekaleng cola. Karena itu, periksalah kandungan bahan ini dalam kemasan obat.

Ubah rutinitas Anda
Mungkin Anda minum kopi bukan karena kecanduan kafein, tapi karena keterikatan pada rutinitas. Misalnya saja, setiap kali mulai membuka laptop, Anda terbiasa ditemani secangkir kopi. Anda bisa mencoba menaruh sesuatu yang lain dalam cangkir Anda, misalnya saja air putih.

Berhenti perlahan
Mulailah mengurangi asupan kafein secara bertahap, selama beberapa hari atau sepekan. Hal ini akan memudahkan penyesuaian. Bila Anda merasa tak sanggup, mulailah memikirkan bahwa tanpa kafein Anda dapat menghindar dari bermacam-macam masalah, seperti pusing, cemas, dan depresi.



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui