Sabtu, 25 Oktober 2014 03:31
Caring by Sharing | Kompas.com

Cokelat Obat Depresi?

Selasa, 19 April 2011 | 09:25 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Oleh : Andri SpKj

Banyak orang mengira bahwa cokelat adalah obat stres dan depresi. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar depresi serta kaitannya dengan konsumsi makanan khususnya cokelat.  

Apakah yang bisa membuat seseorang depresi?

Seseorang bisa mengalami depresi karena tiga faktor yang saling berkaitan yaitu faktor biologi, psikologi dan sosial. Penelitian mengatakan bahwa faktor biologi yang berpengaruh adalah adanya sistem neurotransmitter di otak yang terganggu, yaitu sistem serotonin di dalam otak kita.

Yang terjadi adalah kurangnya zat tersebut di celah sinaps sebagai penghubung antar sistem saraf. Kondisi psikologis seseorang juga sangat berpengaruh terhadap timbulnya depresi. Faktor risiko seperti kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintai, menderita penyakit berat, kesendirian, atau bencana alam bisa menjadi pemicu yang sering kali menimbulkan depresi bila daya tahan adaptasi orang tersebut tidak baik. Lingkungan sosial juga berpengaruh, kehidupan sosial yang berat, ekonomi yang kurang, pergaulan yang tidak sehat juga mampu menjadi faktor pemicu depresi.

Apakah benar kandungan yang terdapat dalam cokelat bisa membuat seseorang tenang dari depresi? Apa kaitannya?

Makanan seperti cokelat, makanan pedas mampu meningkatkan endorphine di dalam tubuh. Endorphine adalah suatu zat hormon yang diproduksi di dalam tubuh yang berfungsi meningkatkan rasa senang dan menghilangkan rasa nyeri. Tapi ingat, hal ini terjadi jika belum terdapat kerusakan atau keseimbangan yang terganggu di dalam otak akibat depresi. Jadi, cokelat bagaimanapun tidak bisa menyembuhkan depresi, cokelat hanya membantu orang yang sedang dalam kondisi tidak nyaman atau stres akut sedikit lebih tenang, itupun sifatnya sementara.

Dalam hal mengatasi depresi, apakah ada makanan yang bisa digunakan untuk mengatasi depresi?

Sampai saat ini, zat yang dipercaya berhubungan dengan penanganan depresi adalah asam folat dan vitamin B12. Penambahan asam folat dan vit B12 dalam terapi pasien depresi banyak dipakai termasuk oleh saya sendiri. Selain itu juga banyak penelitian mengatakan Minyak Ikan dan Omega 3 juga mempunyai efek yang baik dalam membantu penanganan depresi.

Bagaimana cara atasi depresi?

Pertama dengan memperkuat daya tahan adaptasi terhadap stres, banyak cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melatih pikiran positif, beribadah dan membaca buku-buku yang memicu motivasi. Berpikir positif adalah sesuatu yang mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Untuk itu kita harus selalu berlatih

Kedua dengan memperkuat daya tahan tubuh secara fisik dengan berolahraga teratur, makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Olahraga membuat endorphine keluar sehingga menyebabkan rasa senang, makan-makanan yang bergizi dan mengurangi stimulan di dalam makanan sehari hari (kopi, rokok, perasa) juga gula dan garam yang terlalu banyak akan membuat badan lebihh sehat. Istirahat yang cukup juga sangat membantu pemulihan kondisi tubuh yang tidak sehat.

Ketiga bila memang tidak bisa mengatasi kondisi depresi, ada baiknya berkunjung ke psikiater, karena depresi bukanlah suatu penyakit yang memalukan, bukan juga sebagai bukti seseorang kurang imannya. Depresi merupakan suatu penyakit yang sama saja dengan penyakit fisik lain, bahkan di Amerika sana, depresi sudah dinyatakan sebagai suatu penyakit sistemik (Depression is a systemic disease, Textbook of Psychosomatic Medicine by Michael Blumenfield, 2006)

Tips agar terhindar dari depresi?

- Menerima diri apa adanya

- Memperkuat adaptasi terhadap stres dengan berlatih berpipkir positif dan melihat segala sesuatu dengan lebih obyektif

- Mempunyai teman untuk bercerita

- Pola hidup sehat dan cukup istirahat

- Kurangi pemakaian makanan stimulan (sebenarnya di buku Brain Manual termasuk cokelat lho…jadi Anda tidak boleh juga terlalu banyak makan cokelat karena sifat menyenangkannya hanya sementara)

Dr. Andri SpKj, Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison.  


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui