Jumat, 22 Agustus 2014 14:09

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

8 Mitos Keliru Soal Menopause

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 29 November 2011 | 15:08 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi dokter dan perempuan menopause

KOMPAS.com - Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan bertambahnya usia perempuan. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan.

Ada beberapa anggapan keliru soal menopause yang masih banyak dipercaya oleh kalangan perempuan. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang menopause dan kebenaran akan faktanya :

1. Menopause berarti Anda sudah tua

Faktanya:
Rata-rata usia menopause seorang perempuan adalah 51 tahun dan usia ini tidaklah terlalu tua untuk jaman sekarang. Bahkan, beberapa perempuan sudah memasuki masa menopause pada usia 28 tahun  yang mana fenomena ini disebut menopause dini.  Penyebab menopause dini belum diketahui secara pasti, meskipun ada yang mengaitkannya dengan pengaruh dari faktor genetik. Beberapa perempuan biasanya memasuki masa menopause dini karena penyakit atau pengangkatan indung telur saat operasi.

2. Mudah gemuk

Faktanya:
Banyak wanita mengeluhkan berat badan mereka bertambah mendekati masa menopause. Perlu diketahui, bertambahnya berat badan bukan disebabkan karena Anda mengalami menopause, melainkan karena faktor penuaan, ini juga terjadi pada pria.  Dengan menjaga pola diet dan melakukan aktivitas fisik yang teratur -  (latihan kekuatan penting artinya untuk membakar kalori) - Anda dapat melewati  menopause tanpa mengalami penambahan berat badan.

3. Setiap wanita alami depresi saat menopause

Faktanya:
Studi menunjukkan, kebanyakan perempuan dengan menopause tidak mempunyai masalah terkait mood atau suasana hati. Beberapa riset bahkan melaporkan, usia antara 45-55 tahun merupakan masa-masa terbaik dari kehidupan seorang perempuan..

Perasaan mudah tersinggung, umumnya sering disebabkan oleh hot flashes dan masalah tidur tidak terdiagnosis. Hot flashes terjadi akibat perubahan kadar hormon dengan gejala seperti rasa panas yang berlebihan. Penyebab lain yang mungkin adalah efek samping dari obat atau masalah tiroid yang tidak terdiagnosis.

4. Menopause merusak kulit Anda

Faktanya:
Secara bertahap, kulit Anda tidak akan menjadi lebih rapuh atau rusak karena menopause. Tetapi kerusakan kulit umumnya disebabkan karena beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, merokok dan genetika. Merokok dapat mempercepat proses keriput pada kulit. Beberapa penelitian menunjukkan, individu yang merokok biasanya terlihat lebih tua ketimbang  mereka yang tidak merokok. Jika Anda ingin menjaga kulit tetap terawat, gunakan tabir surya dan jauhi asap rokok.

5. Kehidupan seks Anda sudah berakhir

Faktanya:
Masalah hormon bukan satu-satunya yang memengaruhi hasrat seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Beberapa hal lain seperti kualitas hubungan, pendidikan, perasaan tentang tubuh sendiri, tingkat stres, dan bahkan kualitas tidur, semuanya juga bisa mempengaruhi kehidupan seks seorang perempuan.

6. Menopause sengsara bagi semua orang

Faktanya:
Ada sejumlah besar variasi bagaimana menopause mempengaruhi perempuan. Hampir tiga perempat di antaranya mengalami hot flashes, gejala menopause paling umum, tetapi hanya sebagian kecil mengatakan hot flashes sangat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Justru banyak perempuan yang mengaku senang memasuki periode menopause dan mengatakan bahwa mereka dapat menikmati aktivitas seks karena tidak perlu khawatir akan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

7. Setiap orang membutuhkan "pengganti" hormon

Faktanya: Ketika beberapa tenaga kesehatan (dokter) percaya bahwa mengonsumsi estrogen dapat mencegah penyakit jantung dan demensia, mayoritas perempuan yang memasuki masa menopause justru tidak melakukan terapi hormon. Saat ini, kebanyakan perempuan jarang yang melakukan terapi hormon karena beberapa dokter menyadari tentang potensi bahaya, yang mencakup peningkatan risiko kanker payudara dan masalah kardiovaskular.

8. Terapi hormon alami lebih aman daripada terapi hormon konvensional

Faktanya: Anda mungkin pernah mendengar banyak tentang terapi hormon "bioidentik" , yang sering disebut-sebut lebih aman untuk digunakan. Jangan tertipu oleh pernyataan itu. Ingat, kelompok obat bioidentik tidak masuk dalam persetujuan  badan pengawas obat dan makanan AS  atau Food and Drug Administration (FDA).


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui