Selasa, 4 Agustus 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Disfungsi Ereksi karena Diabetes

Rabu, 18 Januari 2012 | 11:53 WIB

TANYA :

Saya sudah 20 tahun lebih membangun bahtera rumah tangga, dengan dikarunia dua anak. Sejak tiga bulan yang lalu saya berhenti merokok maupun minum kopi, namun kompensasi sebagai akibat berhentinya merokok saya suka ngemil dengan makanan-makanan berlemak dan bahkan berkalori tinggi. Akibatnya kepala saya sering pusing-pusing bahkan berat badan semakin menurun dari 86 kg hingga sekarang ini 76 kg, lalu saya periksa ke dokter dari hasil diagnosa dokter dan uji lab glukosa Puasa saya mencapai 383 md/dL artinya saya mengidap diabetes melitus.

Ketika mendapatkan informasi dari dokter, timbul kurangnya percaya diri saya, karena maaf kelamin saya sulit untuk bisa bangun sehingga sulit untuk bersebadan dengan isteri. Hal ini hampir berlangsung 2 bulan. Pertanyaan saya Prof, apa yang harus saya lakukan di kala isteri meminta berhubungan (coitus), sedangkan saya hampir dua bulan ini sepertinya sudah tidak lagi berhubungan, bagaimana solusinya Prof. !

(W. Rustaman, 53, Tasikmalaya)
 

JAWAB :

Diabetes memang merupakan salah satu penyebab utama disfungsi ereksi. Boleh jadi Anda sudah lama mengalami diabetes. Tetapi karena tidak mendapat pemeriksaan, maka baru sekarang mengetahui. Akibatnya sudah terjadi komplikasi berupa gangguan ereksi.

Untuk mengatasi disfungsi ereksi, tetaplah berkonsultasi dengan dokter Anda agar kadar gula darah Anda terkontrol. Mungkin diperlukan pemeriksaan hormon juga. Untuk mengatasi hambatan melakukan hubungan seksual, diperlukan pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Kalau ternyata Anda juga mengalami kekurangan hormon, maka diperlukan pengobatan hormon.

Dalam keadaan begini, jangan mencoba mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi kepada tenaga ahli. Jangan pula terkecoh iklan menyesatkan mengenai pengobatan gangguan ereksi yang banyak bertebaran di media massa murahan.

 

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat