Sabtu, 1 November 2014 07:19

Kesehatan

FPKS Sesalkan Menkes yang Kampanyekan Pemakaian Kondom

Penulis : Imam Prihadiyoko | Selasa, 19 Juni 2012 | 20:12 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru saja dilantik, Menteri Kesehatan (Menkes) baru, dr Nafsiah Mboi SpA MPH telah membuat  gebrakan di awal masa kerjanya yang mengagetkan.

Ia berencana lebih meningkatkan kampanye penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat, untuk mencegah kehamilan beresiko juga menurunkanangkaaborsi.

Data dari BKKBN menyebutkan, jumlah aborsi tiap tahunnya mencapai 2,3 juta. Menurut Menkes, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.

"Kami sangat menyesalkan statmen Ibu Menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakkan penggunaan kondom, untuk kelompok seks beresiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan seks bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Herlini Amran, di Jakarta, Selasa (19/6/2012).

"Mestinya pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif, terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65 persen. Hanya tercapai 11,4 persen pada tahun 2011," ujarnya.

Fraksi PKS, menurut Herlini, meminta pemerintah meningkatkan pengkhususan sosialisasi, kepada komunitas beresiko/rentan.

"Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kementerian Kesehatan, malah 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual. Jumlah itu naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu," ujarnya.

Menurut Herlini, yang terpenting Kementerian Kesehatan harus lebih mendorong penyusunan regulasi, tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di seluruh daerah. Selain itu, penyuluhan penggunaan kondom di berbagai lokasi yang beresiko terjadinya penularan seperti kafe, lokalisasi, lembaga pemasyarakatan dan tempat kerja di lepas pantai, pertambangan, dan kawasan hutan.

Kunci menurunkan angka aborsi,menurut anggota DPR dari daerah pemilihan Kepulauan Riau itu, bukan dengan memudahkanpenggunaan kondom kepada remaja. Hal yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi program kesehatan reproduksi kepada remaja, dan mengkampanyekan larangan seks bebas di luar nikah, selain pemerintah juga harus dapat bekerjasama lintas sektor berbagai lembaga pemerintah (Kemenkes, Kemendikbud, Kemenag, dan BKKBN).

"Walau bagaimanapun, peran utama agama menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, sehinggamasalah ini dapat terselesaikan dari hulu sampai hilir,"ujarnya.



Editor :
Agus Mulyadi

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui