Selasa, 16 September 2014 07:52

Terapi Pijat Lebih Efektif Pascacedera Otot

Penulis : Bramirus Mikail | Rabu, 4 Juli 2012 | 08:55 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Kenali kebutuhan tubuh Anda saat akan memijat. Salah teknik saat memijat menimbulkan risiko, termasuk daya tahan tubuh melemah.
TERKAIT:

KOMPAS.com - Pijat merupakan salah satu metode pengobatan untuk menyembuhkan cedera otot. Namun manjur tidaknya terapi ini sangat tergantung dari beberapa faktor, seperti waktu pemberian pengobatan.

Hasil suatu riset terbarunya mengindikasikan, terapi pijat akan lebih efektif membantu memulihkan cedera otot apabila terapi dilakukan sesaat setelah seseorang mengalami cedera.

Untuk membuktikan temuannya tersebut, para ilmuwan di Ohio State University Wexner Medical Center melakukan percobaan menggunakan 24 ekor  kelinci putih. Setiap kelinci mendapat terapi pijat dengan memperhatikan beberapa hal seperti, tekanan pijat, durasi dan waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan penyembuhan pascacedera otot.

Dalam studinya, para peneliti menggunakan alat mekanis yang meniru gerakan olahraga dan perangkat kedua meniru gerakan memijat. Kemudian hewan itu diberikan terapi pijat yang masing-masing terapannya berbeda baik dari frekuensi, tekanan dan durasi untuk mengetahui efeknya pada pemulihan otot.

"Kami menemukan, jika otot yang rusak segera mendapatkan terapi pijat (selama 15 menit), ada kemungkinan cedera akan pulih 20 sampai 40 persen. Namun jika tidak segera dipijat dalam waktu 24 jam, cedera akan berlangsung lama," kata Dr Thomas Best, co-direktur OSU Sport Medicine.

Meski temuan ini cukup menjanjikan, namun para ahli berpendapat, penelitian yang melibatkan hewan biasanya akan gagal bila kemudian diimplementasikan kepada manusia. Meski begitu, peneliti mengungkapkan bahwa temuan mereka memberikan potensi untuk uji klinis di masa depan.

"Kami sangat gembira tentang implikasi klinis dari penelitian ini. Setelah pengujian dilakukan pada manusia, kita bisa menganjurkan terapi pijat untuk membantu cedera otot pada atlet," kata Best.

Temuan ini dipublikasikan pada 26 Juni 2012 dalam British Journal of Sports Medicine.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui