Jumat, 15 Desember 2017

Health

Mengapa Tren Program Bayi Tabung di Indonesia Meningkat?

Thinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi harapan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan untuk memiliki keturunan. Di Indonesia, pasangan yang menjalani siklus bayi tabung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Dr Yassin Yanuar MIB, SpOG dari Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia mengungkapkan, data tahun 2014 terdapat 4.877 siklus bayi tabung di Indonesia. Tahun 2015 jumlahnya meningkat jadi 6.008 siklus.

"Jadi dari tahun 2014 ke 2015, meningkat sebanyak 25 persen. Data tahun 2016 masih dihitung," kata Yassin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/2/2017).

Menurut Yassin, ada beberapa faktor yang menyebabkan makin banyak pasangan infertilitas mengikuti program bayi tabung. Pertama, masyarakat mulai sadar dan memiliki pengetahuan tentang ketidaksuburan dan adanya program bayi tabung.

Pasangan infertilitas yang membutuhkan bantuan bayi tabung memang cukup tinggi. Di Indonesia, dari 4 juta pasangan yang mengalami ketidaksuburan atau infertilitas, ada sekitar 200.000 pasangan atau 5 persen yang membutuhkan bantuan bayi tabung. Sampai tahun ini Indonesia diperkirakan baru mengerjakan sekitar 7.000 siklus bayi tabung.

Faktor lainnya, yaitu pendapatan masyarakat kelas menengah yang membaik dan didukung
biaya program bayi tabung yang semakin terjangkau di Indonesia.

Selain itu, klinik bayi tabung juga semakin banyak. Klinik bayi tabung tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Magelang, Denpasar, hingga Medan.

Tahun 2009, baru ada 9 klinik bayi tabung di Indonesia. Tahun 2012 meningkat jadi 21 klinik, dan saat ini sudah ada 28 klinik di rumah sakit yang bisa menangani bayi tabung.

Dokter yang berpraktik di Smart IVF Klinik Daya Medika, Kedoya, Jakarta, ini mengatakan, tahun ini pun rencananya akan ada penambahan klinik bayi tabung. Peningkatan jumlah klinik itu tentunya juga didukung jumlah tenaga ahli untuk program bayi tabung di Indonesia yang semakin banyak.

Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna