KOMPAS.com – Penanganan atau tata laksana pasien Covid-19 tanpa gejala berbeda dengan pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, gejala sedang, maupun gejala berat.
Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., menjelaskan infeksi virus corona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dapat menampilkan gejala yang bervariasi pada setiap penderitanya.
Beberapa gejala yang dapat muncul, di antaranya yakni:
Demam
Batuk
Nyeri tenggorokan
Hidung tersumbat
Malaise
Sakit kepala
Nyeri otot
Pneumonia ringan
Pneumonia berat atau insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berat
Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau keadaan gagal napas
Sepsis atau komplikasi berbahaya akibat infeksi
Syok septik
Karena gejala yang ditimbulkan tersebut tak sama, maka prosedur penanganan pasien Covid-19 juga bisa berbeda pula.
Mahirsyah saat menjadi pemateri dalam Webinar tentang Upaya Pengobatan Covid-19 di Indonesia yang diadakan Politeknik Indonusa Surakarta bekerja sama dengan PC PAFI Surakarta, Sabtu (16/5/2020), menjelaskan beberapa perbedaan tata laksana pasien positf Covid-19 tanpa gejala, dengan gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat.
Mereka antara lain akan diberi penangaan, sebagai berikut:
Pasien harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
Pasien diberi edukasi apa yang harus dilakukan selama melakukan isolasi mandiri
Pasien diberi vitamin C untuk dikonsumsi 3 kali sehari selama 14 hari
Pasien diberi obat Klorokuin fosfat untuk dikonsumsi 2x 500 mg per hari selama 5 hari atau obat Hidroksiklorokuin untuk dikonsumsi 1 x 400 mg per hari selama 5 hari
Pasien diberi obat Azitromisin untuk dikonsumsi 1 x 500 mg per hari selama 5 hari dengan alternatif obat Levofloxacin 1 x 750 mg per hari selama 5 hari juga
Pasien diberi obat simtomatis (Parasetamol dan lain-lain)
Bila diperlukan, pasien dapat juga diberikan Antivirus berupa Oseltamivir untuk dikonsumsi 2 x 75 mg atau Favipiravir (Avigan) 2 x 600 mg per hari selama 5 hari
Kontrol di FKTP setelah 14 hari untuk pemantauan klinis
3. Tata laksana pasien positif Covid-19 dengan gejala sedang
Lihat Foto
Ilustrasi flu, sakit flu (Shutterstock)
Mahirsyah menerangkan kategori pasien Covid-19 yang termasuk memiliki gejala sedang, yakni apabila mulai merasakan gejala sesak napas sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.
Berikut yang harus dilakukan pasien Covid-19 dengan gejala sedang:
Pasien mesti melakukan isolasi di rumah sakit rujukan atau rumah sakit daruat selama 14 hari
Vitamin C diberikan 200-400 mg per 8 jam dalam 100 cc NaCl 0,9 persen habis dalam 1 jam secara Intravena (IV) selama perawatan
Pasien diberi obat Klorokuin fosfat sebanyak 2 x 500 mg per hari untuk 5 hari atau Hidroksiklorokuin dosis 1 x 400 mg per hari untuk 5 hari
Pasien diberi obat Azitromisin sebanyak 1 x 500 mg per hari untuk 5-7 hari dengan alternatif obat Levofloxacin 750 mg per 24 jam per intravena atau oral untuk 5-7 hari
Pasien diberi antivirus berupa Oseltamivir sebanyak 2 x 75 mg atau Favipiravir (Avigan) loading dose 2 x 1.600 mg pada hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5
Pasien diberi simtomatis (Parasetamol dan lain-lain)
4. Tata laksana pasien positif Covid-19 dengan gejala berat
Kategori pasien positif Covid-19 dengan gejala berat, yakni mereka yang menderita beberapa kondisi, seperti ISPA berat, pneumonia, distress pernapasan, hipoksemia, atau syok.
Berikut penanganan pasien Covid-19 dengan gejala berat:
Isolasi di ruang isolasi Rumah Sakit Rujukan
Diberikan obat-obatan rejimen Covid-19, seperti Klorokuin fosfat 2 x 500 mg per hari pada hari ke 1-3 dan dilanjutkan 2 x 250 mg pada hari ke 4-10. Pasien juga bisa diberikan obat Hidroksiklorokuin dosis 1 x 400 mg per hari untuk 5 hari, Azitromisin 1 x 500 mg per hari untuk 3 hari
Pasien diberi Antivirus, sepeti Oseltamivir sebanyak 2 x 75 mg per hari atau Favipiravir (Avigan) loading dose 2 x 1.600 mg per hari pada hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5
Vitamin C diberikan secara Intravena (IV) selama perawatan
Diberikan obat suportif lainnya
Pengobatan komorbid yang ada
Monitor yang ketat agar tidak jatuh ke gagal napas yang memerlukan ventilator mekanik
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab
pengguna dan diatur dalam UU ITE
Mengenal Badai Sitokin yang Bisa Sebabkan Kematian pada Pasien Covid-19https://health.kompas.com/read/2020/05/16/180300768/mengenal-badai-sitokin-yang-bisa-sebabkan-kematian-pada-pasien-covid-19https://asset.kompas.com/crops/8eTzcADI6kc-Le6Jau25NNmhmPU=/0x0:998x665/195x98/data/photo/2020/03/29/5e8091af1e09c.jpg