Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Serotonin yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 11/07/2023, 06:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Memiliki gangguan pola tidur dapat menjadi tanda tubuh kekurangan serotonin.

Mengutip Medical News Todayserotonin adalah hormon dan neurotransmiter penting yang memerankan banyak fungsi dalam tubuh.

Baca juga: Kenali Apa Itu Serotonin dan Fungsinya

Fungsi serotonin dalam tubuh meliputi:

  • Tidur
  • Perilaku
  • Nafsu makan
  • Suasana hati
  • Penghargaan diri
  • Kebahagiaan
  • Pembelajaran dan ingatan
  • Pencernaan
  • Kepadatan tulang
  • Kesehatan seksual

Para ahli telah menghubungan tubuh kekurangan serotonin dengan berbagai masalah kejiwaan, termasuk depresi, kecemasan, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Dalam artikel ini akan menunjukkan macam tanda-tanda tubuh kekurangan serotonin.

Baca juga: 8 Makanan untuk Meningkatkan Hormon Serotonin, Bikin Mood Lebih baik

Apa saja tanda-tanda tubuh kekurangan serotonin?

Mengutip Verywell Mind, berikut tanda-tanda tubuh kekurangan serotonin:

  • Pola tidur terganggu
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan suasana hatu
  • Masalah dengan ingatan dan pembelajaran

Studi menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia kadar serotonin juga dapat menurun, karena kemungkinan terjadi penurunan fungsi reseptor dan pengangkut serotonin.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan Mental, Berikut 4 Cara Meningkatkan Serotonin

Dikutip dari Cleveland Clinic, tingkat serotonin yang rendah dapat dikaitkan dengan banyak kondisi kesehatan termasuk:

  • Depresi dan masalah mood lainnya
  • Kecemasan
  • Masalah tidur
  • Masalah pencernaan
  • Bunuh diri
  • Gangguan obsesif-kompulsif
  • Gangguan stres pascatrauma
  • Gangguan panik
  • Skizofrenia
  • Beragam fobia

Baca juga: 12 Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Dopamin

Ketika tubuh kekurangan serotonin, Anda dapat meningkatkannya dengan makan bergizi, mendapatkan lebih banyak sinar matahari, dan berolahraga teratur.

Merujuk Kementerian Kesehatan RI, paparan sinar matahari yang sehat adalah pagi hari sejak mentari terbit sampai jam 09.00 dan sore dari jam 15.00 sampai matahari terbenam.

Untuk Anak atau orang dewasa di Indonesia, cukup terpapar sinar matahari pagi dan sore selama 5 sampai 15 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Baca juga: 8 Penyebab Tubuh Kekurangan Dopamin yang Perlu Diperhatikan

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Momen Presiden Prabowo Melayat Mgr. Petrus Turang di Katedral Jakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau