Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Tekan Efek Buruk Gula, Rutinlah Jalan Kaki 12.000 Langkah

Kompas.com - 17/09/2014, 11:01 WIB

KOMPAS.com - Orang yang hobi mengonsumsi minuman mengandung gula tambahan, seperti soft drink, memiliki risiko terkena berbagai penyakit. Namun, risiko tersebut bisa ditekan jika Anda mau bergerak dan rutin berjalan kaki setidaknya 12.000 langkah setiap hari.

Gula tambahan seperti sirup tinggi fruktosa biasanya dipakai sebagai pemanis dalam makanan yang diproses dan hampir semua jenis soft drink. Pemanis ini akan dimetabolisme di liver. Di organ ini fruktosa diubah menjadi asam lemak yang sebagian besar tinggal di liver dan memicu penyakit perlemakan hati.

Sisa dari asam lemak tadi akan pindah ke salurah darah dan merusak metabolisme. Penelitian menunjukkan, konsumsi fruktosa dalam jumlah sedang berbahaya pada kadar gula darah, menambah lemak di sekitar perut, obesitas, meningkatkan kolesterol, dan gangguan metabolisme lainnya.

Meski begitu, penelitian juga menunjukkan hasil interaksi antara aktivitas fisik dan fruktosa. Lewat aktivitas fisik dan gaya hidup banyak bergerak, akan terjadi perubahan pada cara tubuh menggunakan energi, termasuk fruktosa.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr.Amy Bidwell, menunjukkan, jika seseorang sering mengasup minuman mengandung fruktosa dan jarang bergerak, akan terjadi peningkatan kolesterol dan kadar inflamasi dalam tubuhnya.

Dalam penelitian yang kedua yang dimuat dalam The European Journal of Clinical Nutrition, diketahui efek buruk pemanis tambahan tidak terlihat jika seseorang mau aktif bergerak. Dalam penelitian ini mereka berjalan kaki 12.000 langkah setiap harinya.

Ketika mereka rutin berjalan kaki, kadar kolesterol dan gula darah mereka tetap normal meski mereka mengasup cukup banyak makanan mengandung gula tambahan.

"Jika Anda sulit mengurangi makanan dan minuman mengandung gula tambahan, maka pastikan Anda juga rajin berolahraga dan jangan malas bergerak," kata Bidwell.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau