Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Anemia Aplastik: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Masalah kesehatan langka ini membuat sumsum tulang tidak bisa membuat sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau ketiganya.

Kondisi ini membuat penderitanya jadi lebih mudah lelah, rentan terkena infeksi, dan menyebabkan pendarahan sulit terkontrol.

Berikut gejala, penyebab dan cara mengatasi anemia aplastik yang perlu diketahui.

Gejala anemia aplastik

Melansir Mayo Clinic, beberapa gejala anemia aplastik yang jamak dirasakan penderitanya yakni:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar kencang dan tidak teratur
  • Kulit pucat
  • Tubuh mudah terkena infeksi
  • Muncul memar tanpa sebab jelas
  • Kerap mimisan dan gusi berdarah
  • Jika ada luka, pendarahan berkepanjangan
  • Ruam di beberapa bagian kulit
  • Kerap pusing dan sakit kepala
  • Demam

Gejala anemia aplastik bisa terjadi dalam waktu singkat atau berkepanjangan. Kondisi penyakit ini juga bisa ringan, parah, bahkan fatal.

Penyebab anemia aplastik

Anemia aplastik dapat muncul sejak lahir atau anemia aplastik bawaan. Ada juga jenis anemia aplastik yang muncul secara perlahan atau tiba-tiba.

Penyebab anemia aplastik paling umum adalah gangguan sistem daya tahan tubuh yang menyerang sel induk di sumsum tulang.

Seperti diketahui, sel induk di sumsum tulang bertuugas menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Pada penderita anemia aplastik, sel punca rusak. Akibatnya, sumsum tulang menjadi kosong atau aplastik.

Selain masalah gangguan sistem daya tahan tubuh, faktor lain yang dapat merusak sistem produksi sel darah di sumsum tulang antara lain:

  • Efek samping radiasi dan kemoterapi
  • Paparan bahan kimia beracun seperti pestisida, insektisida, sampai benzena
  • Efek samping beberapa obat tertentu
  • Penyakit autoimun
  • Infeksi virus seperti hepatitis, epstein-barr, cytomegalovirus, parvovirus B19, dan HIV
  • Efek samping kehamilan
  • Kelainan bawaan hemoglobinuria nokturnal paroksismal
  • Penyakit turunan anemia fanconi

Selain beberapa penyebab di atas, anemia aplastik juga dapat disebabkan beberapa faktor risiko yang belum diketahui. Beberapa orang terkena anemia aplastik tanpa sebab jelas.

Setelah dokter berhasil mengidentifikasi penyebab pastinya, gejala anemia aplastik bisa dikontrol.

Apabila kasus tidak parah, penderita tidak memerlukan perawatan medis khusus, kecuali jika jumlah darah turun di bawah tingkat tertentu.

Dokter umumnya baru akan meresepkan terapi hormon atau obat tertentu untuk merangsang sumsum tulang agar memproduksi lebih banyak sel darah merah.

Jika muncul gejala infeksi, dokter umumnya juga akan merekomendasikan obat antibiotik atau obat antijamur.

Selain itu, kebanyakan penderita anemia aplastik membutuhkan transfusi darah.

Apabila jumlah darah sangat rendah, dokter akan menyarankan transplantasi sumsum tulang atau sel induk.

Prosedur ini dapat menyembuhkan anemia aplastik tapi membutuhkan donor yang tepat dan biaya yang tidak sedikit.

Tak hanya perawatan di atas, penderita anemia aplastik perlu memodifikasi gaya hidup total dengan menghindari cedera dan pendarahan, sering cuci tangan, sampai rutin vaksinasi flu.

https://health.kompas.com/read/2021/01/09/080800068/anemia-aplastik--gejala-penyebab-cara-mengatasi

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke