Salin Artikel

12 Penyebab Pankreatitis (Radang Pankreas) yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Pankreatitis adalah peradangan yang terjadi pada pankreas.

Pankreas adalah kelenjar berbentuk lonjong yang terletak di bagian atas perut, tepatnya di belakang organ lambung.

Pankreas menghasilkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon yang membantu mengatur cara tubuh memproses gula (glukosa).

Kasus pankreatitis ringan mungkin dapat hilang tanpa pengobatan.

Namun, kasus pankreatitis parah bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Merangkum Mayo Clinic, pankreatitis adalah kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi pankreatitis di antaranya bisa berupa:

  • Pseudokista

Pankreatitis akut dapat menyebabkan cairan dan kotoran berkumpul di kantong seperti kista di pankreas.

Pseudokista besar yang pecah dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan internal dan infeksi.

  • Infeksi

Pankreatitis akut dapat membuat pankreas rentan terhadap bakteri dan infeksi.

Infeksi pankreas bersifat serius dan membutuhkan perawatan intensif, seperti pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi.

  • Gagal ginjal

Pankreatitis akut dapat menyebabkan gagal ginjal, yang dapat diobati dengan dialisis jika gagal ginjal parah dan terus-menerus.

  • Masalah pernapasan

Pankreatitis akut dapat menyebabkan perubahan kimiawi dalam tubuh yang memengaruhi fungsi paru-paru.

Kondisi ini dapat menyebabkan tingkat oksigen dalam darah turun ke tingkat yang sangat rendah.

  • Diabetes

Kerusakan sel penghasil insulin di pankreas akibat pankreatitis kronis dapat menyebabkan diabetes, penyakit yang memengaruhi cara tubuh menggunakan gula darah.

  • Malnutrisi

Pankreatitis akut dan pankreatitis kronis dapat menyebabkan pankreas menghasilkan lebih sedikit enzim yang dibutuhkan untuk memecah dan memproses nutrisi dari makanan yang dimakan.

Hal ini dapat menyebabkan malnutrisi, diare, dan penurunan berat badan, meskipun penderita mungkin mengonsumsi makanan yang sama atau jumlah makanan yang sama.

  • Kanker pankreas

Peradangan yang berlangsung lama di pankreas yang disebabkan oleh pankreatitis kronis merupakan faktor risiko pengembangan kanker pankreas.

Oleh sebab itu, penting kiranya bagi siapa saja untuk dapat mengetahui beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab pankreatitis, sebagai langkah antisipasi dini agar tidak terkena masalah kesehatan lebih lanjut.

Penyebab pankreatitis

Pankreatitis dapat terjadi pada seseorang sebagai pankreatitis akut maupun pankreatitis kronik.

Pankreatitis akut adalah pankreatitis yang sering kali muncul secara tiba-tiba atau mendadak.

Jenis radang pankreas ini biasanya hilang dalam beberapa hari setelah perawatan dimulai, tetapi beberapa kasus mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Pankreatitis akut dilaporkan lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak.

Sedangkan pankreatitis kronis adalah peradangan pankreas yang terus muncul secara konsisten atau terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Melansir Health Line, pankreatitis akut dan pankreatitis kronis cenderung memiliki banyak penebab yang sama.

Ini termasuk:

Tergantung pada penyebabnya, seseorang mungkin tidak dapat mencegah pankreatitis.

Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurungi risiko terkena penyakit ini.

Ini termasuk:

  • Batasi minuman alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pertahankan berat badan yang sehat
  • Makan makanan yang seimbang

Makan makanan berserat tinggi dan menghindari gula dapat membantu seseorang mencegah batu empedu, yang merupakan penyebab utama pankreatitis akut.

https://health.kompas.com/read/2021/03/17/120400468/12-penyebab-pankreatitis-radang-pankreas-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.