Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Cara Mengatasi Dehidrasi yang Baik Diketahui

KOMPAS.com - Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan.

Tubuh manusia kira-kira terdiri dari 75 persen air.

Tanpa air ini, tubuh tidak dapat bertahan hidup.

Air ditemukan di dalam sel, di dalam pembuluh darah, dan di antara sel.

Kandungan air yang ideal di dalam tubuh antara lain sangat diperlukan untuk:

  • Membantu kerja sistem pencernaan
  • Mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh
  • Sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian
  • Melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung
  • Sebagai media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh
  • Menjaga kulit tetap sehat

Merangkum Medical News Today, penyebab dasar dehidrasi adalah tidak minum cukup air, kehilangan terlalu banyak air, atau kombinasi keduanya.

Kadang-kadang tidak memungkinkan bagi seseorang untuk dapat mengonsumsi cukup cairan karena terlalu sibuk, tidak menerapkan strategi minum air putih yang baik saat puasa, kekurangan fasilitas atau tenaga untuk minum, maupun berada di daerah yang tidak memiliki air minum.

Penyebab tambahan dehidrasi meliputi:

Dehidrasi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja.

Jika tidak ditangani, dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi serius.

Ini dapat mencakup:

  • Volume darah rendah
  • Kejang
  • Masalah ginjal
  • Cedera akibat suhu tinggi (Heat injury)
  • Kematian

Diagnosis dehidrasi

Dokter sering kali dapat mendiagnosis dehidrasi berdasarkan tanda dan gejala fisik.

Merangkum WebMD, jika Anda mengalami dehidrasi, Anda juga cenderung memiliki tekanan darah rendah, terutama saat berpindah dari posisi berbaring ke posisi berdiri, detak jantung yang lebih cepat dari biasanya, dan aliran darah ke anggota gerak berkurang.

Untuk membantu memastikan diagnosis dan menentukan derajat dehidrasi, Anda mungkin akan dianjurkan menjalani tes lain, seperti:

  • Tes darah, di mana sampel darah dapat digunakan untuk memeriksa sejumlah faktor, seperti kadar elektrolit Anda, terutama natrium dan kalium, serta seberapa baik ginjal Anda bekerja
  • Urinalisis, yakni tes yang dilakukan pada urin Anda untuk membantu menunjukkan apakah Anda mengalami dehidrasi dan sampai sejauh mana. Urinalisis juga dapat memeriksa tanda-tanda infeksi kandung kemih

Cara mengatasi dehidrasi

Satu-satunya pengobatan yang efektif untuk dehidrasi adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.

Pendekatan terbaik untuk perawatan dehidrasi ini tergantung pada usia, tingkat keparahan dehidrasi, dan penyebabnya.

1. Untuk bayi dan anak-anak

Merangkum Mayo Clinic, untuk bayi dan anak-anak yang mengalami dehidrasi akibat diare, muntah, atau demam, dapat digunakan larutan rehidrasi oral yang dijual bebas.

Larutan ini mengandung air dan garam dalam proporsi tertentu untuk mengisi kembali cairan dan elektrolit.

Mulailah dengan sekitar satu sendok teh (5 ml) setiap satu hingga lima menit dan tingkatkan sesuai toleransi.

Mungkin akan lebih mudah menggunakan alat bantu untuk memberikan larutan rehidrasi oral (oralit) kepada anak-anak yang masih sangat kecil.

Sementara, untuk anak-anak yang lebih besar, dapat diberikan minuman olahraga, yakni minuman yang biasanya mengandung karbohidrat dan elektrolit.

Minuman olahraga sengaja dirancang untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berolahraga.

2. Untuk orang dewasa

Kebanyakan orang dewasa dengan dehidrasi ringan sampai sedang akibat diare, muntah, atau demam dapat memperbaiki kondisinya dengan minum lebih banyak air atau cairan lain.

Untuk diketahui, lebih baik jangan minum jus buah atau soda ketika mengalami dehidrasi akibat diare karena malah bisa memperparah keluhan diare.

Jika Anda bekerja atau berolahraga di luar ruangan selama cuaca panas atau lembab, air dingin adalah pilihan terbaik Anda.

Minuman yang mengandung elektrolit dan larutan karbohidrat juga dapat membantu mengatasi dehidrasi.

3. Jika kondisinya parah

Anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang masih mungkin bisa menerima perawatan di rumah.

Namun, jika sudah mengalami dehidrasi parah, anak-anak dan orang dewasa lebih baik segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Melansir Health Line, berikut ini adalah beberapa tanda dehidrasi parah atau berat:

  • Haus yang berlebihan
  • Kurangnya produksi keringat
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung cepat
  • Pernapasan cepat
  • Mata cekung
  • Kulit keriput
  • Urine berwarna gelap

Dehidrasi parah adalah keadaan darurat medis.

Cairan berupa campuran air dan elektrolit yang dikirim melalui vena (intravena) oleh tenaga medis dapat diserap dengan cepat dan mempercepat pemulihan dehidrasi.

https://health.kompas.com/read/2021/04/13/120700668/3-cara-mengatasi-dehidrasi-yang-baik-diketahui

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke