Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

KOMPAS.com - Lupus adalah kondisi autoimun yang dapat menyebabkan rasa sakit, masalah pada banyak organ dan sistem tubuh, peradangan, dan komplikasi yang berkisar dari ringan hingga mengancam jiwa.

Pada kondisi autoimun seperti lupus, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat.

Melansir dari Medical News Today, sebagian besar orang menderita lupus eritematosus sistemik.

Lupus eritematosus sistemik mempengaruhi seluruh tubuh dan dapat menyerang hampir semua bagiannya, termasuk kulit, organ utama, rambut, otot, persendian, dan sistem pencernaan.

Siapa yang terkena lupus?

Kebanyakan orang didiagnosis lupus pada usia 15 dan 44 tahun.

Hanya sekitar 15 persen orang yang mengalami gejala lupus sebelum usia 18 tahun.

Demografi dan faktor lainnya dapat mempengaruhi tingkat keparahan dan perkembangan kondisi.

Lupus paling umum di antara wanita usia subur, dan "dua hingga tiga kali lebih umum di antara wanita kulit berwarna," menurut Lupus Foundation of America.

Riset pada tahun 2014 berjudul "Population-Based Incidence and Prevalence of Systemic Lupus Erythematosus" menemukan bahwa wanita dalam kelompok minoritas mengembangkan lupus lebih muda, memiliki gejala yang lebih parah, dan lebih mungkin meninggal karena lupus daripada yang lain.

Gejala awal lupus

Lupus dapat menyebabkan gejala yang awalnya tidak kentara tetapi semakin memburuk.

Gejalanya juga bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap.

Banyak orang dengan lupus tidak langsung menerima diagnosis karena gejala yang muncul mungkin mirip dengan kondisi lain, seperti fibromyalgia, rheumatoid arthritis, dan berbagai penyakit lain yang mempengaruhi sistem organ yang sama.

Hampir semua gejala penyakit atau peradangan dapat menandakan lupus.

Namun, beberapa gejala yang paling erat kaitannya dengan lupus meliputi :

Jenis-jenis penyakit lupus

Ada jenis lupus lain selain lupus eritematosus sistemik. Jenis lainnya termasuk:

Lupus kulit

Beberapa orang mengembangkan lupus kulit yang mempengaruhi area kulit yang terpapar sinar matahari.

Ada tiga jenis lupus kulit yang meliputi akut, subakut, dan kronis.

Gejalanya meliputi:

  • ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
  • bercak bersisik, melingkar yang menyerupai lesi psoriasis
  • ruam merah-ungu di kepala, wajah, dan telinga

Paparan sinar matahari dapat memperburuk lupus jenis ini.

Beberapa orang dengan lupus kulit juga dapat mengembangkan lupus di dalam tubuh mereka.

Lupus neonatus

Beberapa bayi lahir dengan lupus neonatal yang terjadi ketika antibodi ibu menyerang bayi.

Biasanya, ibu dan bayi tidak menderita lupus eritematosus sistemik meskipun beberapa wanita dapat mengembangkannya di kemudian hari.

Gejalanya meliputi:

  • ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
  • masalah hati
  • anemia

Lupus neonatus biasanya menghilang dalam waktu 6 bulan.

Komplikasi

Seiring waktu, lupus dapat menyebabkan komplikasi parah.

Komplikasi tersebut mungkin termasuk:

Penanganan penyakit lupus

Lupus adalah kondisi kronis.

Saat ini tidak ada obatnya, tetapi ada beberapa perawatan yang dapat membantu seseorang mengelola gejalanya dan mencegah komplikasi serius.

Perawatan yang tepat bervariasi pada orang dan kebutuhan perawatan seseorang dapat berubah seiring waktu.

Terkadang, obat yang pernah bekerja dengan baik berhenti bekerja atau mulai menyebabkan efek samping yang parah.

Untuk alasan ini, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif.

Beberapa obat berikut dapat membantu mengobati lupus:

Para ilmuwan sedang meneliti strategi lain untuk mengobati lupus.

Uji klinis menawarkan harapan bagi beberapa orang dengan kondisi tersebut, jadi mungkin ada baiknya bertanya kepada dokter apakah ada uji coba yang dilakukan secara lokal.

Beberapa orang dengan lupus menemukan bantuan dari pengobatan alternatif, seperti akupunktur dan diet khusus.

Namun, perlu dicatat bahwa penelitian klinis belum menemukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa perawatan ini berhasil. 

 

https://health.kompas.com/read/2021/10/21/170000568/13-gejala-awal-lupus-yang-harus-diperhatikan

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke