6 Cara Aneh Memperlakukan 'Mr P'

Kompas.com - 06/05/2010, 17:11 WIB
Editoracandra

JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa bilang organ intim pria tidak pernah mengundang perhatian. Sejak dulu, perhatian masyarakat pada organ genital ini sangatlah besar.

Anda mungkin pernah mendengar festival unik kesuburan pria di Jepang bernama Kanamara Matsuri, atau museum Phallological di Eslandia. Bahkan di China, ada restoran yang menyediakan menu makan malam dari beragam penis binatang.

Satu-satunya perlakuan "kurang adil" pada organ genital pria mungkin terjadi di toko obat atau apotik. Di tempat ini, orang sulit menemukan produk kemaskulinan karena yang terpajang di rak kebanyakan produk perawatan kewanitaan, mulai dari pembalut hingga sabun pembersih.  

Kenyataan itu seakan-akan menempatkan pria tak pernah punya cukup waktu untuk merawat dirinya, ataupun diarahkan untuk memelihara organ kejantanannya. Padahal kenyataannya, sebagian besar kaum Adam ternyata tak pernah "menyerah" untuk memiliki penis sempurna.

Tak jarang kita mendengar pria yang mau membayar mahal atau melakukan beragam cara untuk memiliki penis yang besar dan keras. Pikiran sempit sebagian pria ini pun tak ayal memunculkan praktik-praktik aneh yang terkadang tak bisa dipertanggungjawabkan secara medis.

Ironisnya, seiring waktu, "praktik aneh" ini tetap bertahan dan bahkan terus berkembang. Nah apa saja prosedur aneh yang dilakukan pria untuk menyempurnakan penisnya? Inilah enam prosedur, di antaranya:  

1. Operasi perpanjang penis
Sebagian dari penis secara alami tinggal atau sembunyi di dalam tubuh. Sebagian pria berpikir, bagian yang tersembunyi itu seharusnya dikeluarkan dari tubuh melalui jalan operasi. Sejenis pembedahan yang disebut ligamentolysis akan membuat penis pria lebih panjang dua hingga tiga sentimeter. Teknik ini dilakukan dengan cara memotong bagian suspensory ligament yang menahan batang penis di dalam tubuh dan membuatnya terlepas. 

Namun tak heran, semua prosedur pemotongan ini ternyata tidak memberikan ekstra atau penambahan panjang yang cukup. Sehingga, kebanyakan pria tidak puas dengan hasil pembedahan ini. Sebuah riset menyebutkan, rata-rata tingkat kepuasan  operasi ini hanya 35 persen dan Asosiasi Urologi Amerika (AUA) menyatakan bahwa prosedur ini selain tidak aman, juga tidak bermanfaat.

2. Penis zombie
Gagal dengan prosedur pembedahan ligamen tak membuat pria tidak berhenti mencari upaya medis untuk memperbesar ukuran Mr P. Upaya yang satu ini agak menyeramkan karena harus mencangkokkan kulit orang yang sudah meninggal pada bagian penis yang akan dibesarkan.

Istilah penis zombie mungkin ada benarnya karena prosedur yang diciptakan  perusahaan bernama LifeCell ini menggunakan jaringan kulit manusia hasil donasi.  Dalam situs perusahaan ini disebutkan bahwa prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki hernia dan rekonstruksi payudara. Tetapi, beberapa dokter ahli bedah dalam situs lain justru mengiklankannya untuk tujuan lain, yakni memperbesar penis.

Kabarnya, prosedur yang dinamakan AlloDerm ini dilakukan dengan cara mencangkokkan lembar-lembar jaringan kulit orang yang sudah mati pada penis untuk menambah lingkarnya supaya terlihat besar. Prosedur ini telah dianjurkan oleh para ahli bedah phalloplasty Amerika (AAPS). Meskipun faktanya bahwa  LifeCell tidak menyarankan AlloDerm untuk memperbesar penis. Secara spesifik,  menambahkan lapisan-lapisan AlloDerm di bawah kulit penis di atas bagian yang disebut erectile chambers untuk memberikan ketebalan dengan cara menumpuk atau membungkus cangkokan. (bersambung)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.