Merkuri Ada di Seantero Bumi

Kompas.com - 25/08/2010, 03:06 WIB
Editor

Kebanyakan lampu listrik hemat energi di Indonesia adalah lampu merkuri yang aman digunakan selama tabungnya tidak pecah. Baterai superkuat di remote control atau telepon seluler Anda pun menggunakan merkuri.

Cat yang antijamur bisa jadi mengandung merkuri dan terus-menerus menguapkan merkuri di dalam rumah dan mengotori bumi. Merkuri bahkan dipakai dalam amalgam tambalan gigi berlubang di mulut kita. Juga untuk mengawetkan vaksin bagi anak balita kendati kini mulai ditinggalkan setelah digunakannya zat pengawet yang lebih aman.

Semua itu menyebabkan uap merkuri di negara berkembang, seperti Indonesia, berpotensi lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju.

”Kita tidak pernah tahu apa yang harus kita lakukan jika lampu hemat energi di rumah kita habis masa pakainya. Baterai yang tidak bisa lagi dipakai harus dibuang ke mana? Tidak ada kewajiban bagi produsen lampu hemat energi, misalnya, untuk menarik produk bermerkuri yang habis masa pakainya,” kata Yuyun.

Rasio menjelaskan, Indonesia mulai berbenah untuk mengurangi polusi merkuri di negeri sendiri. Pada 3 Agustus lalu, Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Roundtable Discussion Pengelolaan Merkuri di Jakarta. Rencananya, pengurangan penggunaan merkuri akan dimulai dari sektor kesehatan.

”Sektor kesehatan sensitif terhadap isu merkuri. Padahal, sektor itu strategis untuk memulai pembatasan merkuri dibandingkan sektor lain,” kata Rasio.

Lalu, bagaimana dengan polusi merkuri di rumah kita? Sementara waktu hanya kita sendiri yang bisa mencegahnya sambil menunggu pemerintah siap mengurusnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berhemat-hematlah memakai baterai, jagalah lampu hemat energi di rumah Anda agar tidak pecah. Berhati-hatilah memilih cat tembok, tambalan gigi, juga vaksin imunisasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Health
Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Health
6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

Health
Sinusitis

Sinusitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.