Kurang Oksigen Kronis Merusak Lambung

Kompas.com - 15/07/2011, 13:41 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Kekurangan oksigen atau hipoksia dapat berpengaruh pada organ-organ tubuh. Kendati demikian, tubuh secara alami mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut dan menyembuhkan dirinya. Penemuan itu terungkap dalam penelitian dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD.

Dr.Ari berhasil menemukan adanya faktor molekuler penting antara lain Hypoxia Inducible Factor-1 a (HIF-a). Penelitiannya ini mengantarkan Ari meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Biomedik di Universitas Indonesia.

Menurut Ari, hipoksia dapat terjadi karena kerusakan sistem jantung, berada di ketinggian, merokok, atau sedang menderita penyakit infeksi. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak organ tubuh, termasuk lambung, yang memang menjadi fokus perhatian Ari sebagai ahli gastro.

Untuk penelitiannya, Ari membuat tikus percobaan di laboratorium menderita hipoksia kronis. "Dalam perjalanan waktu organ lambung tikus itu menjadi rusak namun terjadi perbaikan alami atau epitelisasi," katanya.

Selain merusak lambung, menurut dia, tikus-tikus yang hipoksia itu juga mengalami penurunan berat badan. "HIF-a tadi berpengaruh pada gen lapar atau leptin yang mengurangi nafsu makan," katanya.

Ia menambahkan, pada manusia, reaksi yang sama juga bisa terjadi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar dokter yang merawat pasien penyakit kronis memperhatikan kadar oksigen pasien dan memperbaiki pola makan pasien.

"Pola makan yang bernutrisi akan membantu meningkatkan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri akibat hipoksia," katanya.

Hasil penelitiannya, papar Ari, juga bisa dipakai untuk menguji efektivitas obat atau herbal.

Menempuh pendidikan dokter dan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari juga telah diakui secara resmi sebagai anggota dokter ahli penyakit dalam dari Amerika Serikat dengan gelar FACP.

Disertasi yang dipertahankan di depan senat Akademis Universitas Indonesia, Jumat (15/7/2011), mengantarkan staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu meraih yudisium cum laude. Bertindak sebagai promotor adalah Profesor Aziz Rani dengan kopromotor Profesor Mohammad Sadikin dan DR.Septelia Inawati Wanadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.