Cek Kesehatan Pranikah, Haruskah?

Kompas.com - 11/11/2011, 11:23 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Tahun ini, jumlah penduduk dunia diprediksi menembus angka tujuh miliar jiwa. Sebagai negara keempat terbesar di dunia, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 per tahun, jumlah penduduk Indonesia pada 2011 sudah 241 juta. Kalau yang lahir adalah bayi-bayi yang sehat, tidak masalah. Kalau sebaliknya? Bisa menjadi beban keluarga, masyarakat, dan negara.

Karena itulah diperlukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. "Tujuan pernikahan antara lain untuk memperoleh buah hati yang unggul. Dengan pemeriksaan ini, akan terlihat benih dari calon suami maupun istri, apakah campuran dari kedua bibit ini bisa menghasilkan benih buah yang unggul atau tidak," ungkap Dr.Handrawan Nadesul.

Diungkapkan, semakin berbeda ras dan kebudayaan, semakin bagus senyawa yang terbentuk pada keturunan nantinya. Sebaliknya, jika masih dekat garis darah, kemungkinan melahirkan anak cacat lebih besar.

Selain itu, dijumpainya penyakit atau kelainan tertentu namun tidak disembuhkan lebih dulu, bisa "membahayakan" perkawinan. Masing-masing pihak akan saling menyalahkan. Bukan itu saja, kondisi tersebut juga bisa membahayakan calon bayi yang dikandung.

Enam bulan sebelum

Tujuan lain dari pemeriksaan kesehatan pranikah adalah supaya calon ibu dan ayah dapat mempersiapkan kehamilan yang sehat agar anak yang dikandung tergolong anak unggul, tak kurang apa pun dalam tumbuh kembangnya.

Konsep foetal programming, seperti pernah dituliskan Dr.Handarawan, berarti mengupayakan agar program menciptakan anak unggul sudah dimulai sejak sebelum menikah.

Mereka yang sudah mengetahui dalam diri dan keluarganya terdapat riwayat talasemia, hemofilia, atau masalah terkait darah lainnya, sebaiknya mengecek kesehatan sebelum menikah agar anak dengan gangguan darah batal terbentuk. Demikian pula yang memiliki masalah kesehatan termasuk diabetes, kanker, buta warna, atau gangguan jiwa.

Ia merekomendasikan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan enam bulan sebelum menikah. Hasil pemeriksaan kesehatan pranikah sekaligus dapat digunakan untuk melihat ada atau tidaknya rhesus negatif, kelainan pada darah, penyakit autoimun, kelainan kromosom, atau ada tidaknya riwayat keluarga dan cacat bawaan. (GHS/Esti Setia Sari)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.