Wanita Sering Berfantasi Seks Saat Masa Subur

Kompas.com - 26/03/2012, 15:55 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Baik pria maupun wanita umumnya pernah melakukan fantasi seksual. Fantasi seksual terkadang memang dibutuhkan guna membangkitkan gairah atau libido saat berhubungan seksual. Tapi tahukah Anda bahwa wanita akan melakukan fantasi seksual tertama saat masa subur?

Ya, sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa wanita yang sedang berada dalam masa subur biasanya lebih sering melakukan fantasi seksual. Bahkan pada masa-masa tersebut, mereka juga lebih mudah terangsang.

Pada wanita lajang, fantasi seksual lebih sering terjadi selama masa subur dari siklus menstruasi mereka ketimbang hari-hari biasanya.

Dalam risetnya, Samantha Dawson beserta timnya dari University of Lethbridge, Alberta, Kanada, melibatkan 27 wanita heteroseksual berusia antara 18 dan 30 tahun yang sedang tidak terikat dalam sebuah hubungan atau tidak menggunakan pil kontrasepsi. Kemudian setiap peserta diperintahkan mengisi buku harian secara online tentang seberapa sering mereka berfantasi seksual selama satu bulan.

Peneliti juga mengamati para wanita selama 10 hari ketika memasuki masa subur. Selama periode tersebut, masing-masing perempuan diminta untuk menjalani tes urin.

Hasil kajian menemukan, relawan wanita rata-rata mengalami 0,77 fantasi seksual setiap harinya. Tetapi memasuki periode ovulasi selama tiga hari, fantasi seksual meningkat menjadi 1,3 kali per hari dan proporsi ini lebih tinggi daripada pria.

Intensitas fantasi seksual pada riset kali ini jauh lebih tinggi ketimbang hasil riset sebelumnya yang mengatakan bahwa perempuan hanya melakukan fantasi seks seminggu sekali. Temuan juga menunjukkan bahwa wanita cenderung fokus pada sisi emosional fantasi dan bukan visual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menyimpulkan, "fantasi seksual secara signifikan lebih sering terjadi selama ovulasi ketimbang ketika masa tidak subur."

"Temuan ini juga mendukung penelitian lainnya yang menyebutkan bahwa puncak kesuburan terjadi bersamaan dengan peningkatan hasrat seksual, gairah, dan motivasi seksual pada wanita," terang Dawson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.