Kompas.com - 03/09/2012, 13:59 WIB
EditorAsep Candra

Sejauh ini, menurut penuturan Dr Teo, penelitian yang ada menghasilkan kesimpulan yang "bias" tergantung dari siapa yang mendanai penelitian tersebut. Dari studi literatur misalnya, yang menyimpulkan adanya hubungan, tidak satupun studi itu dibiayai oleh perusahaan telekom.

Sementara penelitian lain, yang mengatakan tidak adanya hubungan, 75 persen penelitian itu paling tidak sebagian dibiayai oleh industri telekomunikasi.

Penelitian terbesar sejauh ini yang pernah dilakukan yang disebut Studi Interphone - yang dibiayai oleh industri telekom - mengatakan HP tidak menyebabkan kanker, kecuali ada pengguna telepon "berat" ataupun anak-anak, padahal anak-anak tidak dilibatkan dalam penelitian, dengan kesimpulan masih juga mengambang "kemungkinan dampak pengguna berat HP masih perlu penelitian lebih lanjut."

Menurut Dr Charlie Teo, Studi Interphone itu memiliki kelemahan karena tidak melibatkan anak-anak dan juga tidak melibatkan pengguna telepon untuk kepentingan bisnis, dua kelompok yang paling berisiko. "Kita perlu mendesain penelitian yang dari awal sudah benar dengan mengakui bahwa radiasi, bila memang menyebabkan kanker, memerlukan waktu sekitar 10 tahun sebelum menyebabkan kanker." katanya.

Dibantah

Sementara itu, klaim bahwa radiasi ponsel tidak menyebabkan kanker ditemukan oleh para peneliti Inggris. Penelitian besar ini menekankan bahwa tidak ada bukti meyakinkan yang menghubungkan penggunaan ponsel dengan kanker.

Para ilmuwan yang melakukan tinjauan berbagai penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya menemukan bahwa "tidak ada indikasi risiko apapun" terhadap kesehatan masyarakat dari paparan gelombang radio dari ponsel. Riset dilakukan oleh sebuah organisasi di Inggris yang disebut independent advisory group on non-ionizing radiation (AGNIR), yang bernaung di bawah Health Protection Agency (HPA).

Profesor Anthony Swerdlow, selaku ketua AGNIR, mengatakan, "tidak ada bukti meyakinkan bahwa paparan frekuensi radio menyebabkan masalah kesehatan pada orang dewasa atau anak-anak. Tetapi untuk mengetahui risiko penggunaan ponsel lebih dari 15 tahun masih belum diketahui, karena kita hanya punya sedikit informasi atau bahkan tidak ada sama sekali."

Anthony mengatakan, sedikitnya informasi tentang risiko dari paparan radiasi ponsel di luar 15 tahun dikarenakan kebanyakan orang tidak menggunakan ponsel sampai akhir 1990-an. Peneliti juga mengatakan tidak ada bukti bahwa paparan menyebabkan tumor otak, kanker jenis lain, atau membahayakan kesuburan atau kesehatan jantung.

"Pemantauan harus terus dilakukan karena masih sedikit informasi yang diketahui tentang efek jangka panjang," Anthony menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.