Kompas.com - 22/09/2012, 06:29 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Tak ada yang suka mengalami insomnia, tetapi bagi mereka yang menderita hipertensi kondisi sulit tidur akan memperburuk tekanan darah tinggi.

Penelitian terhadap 230 pasien hipertensi berusia rata-rata 58 tahun, para peneliti dari Universitas Pisa di Italy, menemukan bahwa pasien wanita memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan pria. Kebanyakan partisipan tidur enam jam atau kurang setiap malam.

"Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan kaitan antara risiko hipertensi dan insomnia serta durasi tidur yang singkat. Tetapi belum ada riset yang melihat dampak insomnia terhadap keparahan hipertensi," kata Rosa Maria Burno, peneliti.

Bruno menyimpulkan, insomnia pada pasien hipertensi wanita bukan hanya berpengaruh pada kualitas hidup tapi juga meningkatkan tekanan darahnya sehingga risiko terjadinya penyakit kardiovaskular lebih besar.

Saat ini sekitar 75 juta orang Amerika didiagnosa menderita hipertensi, dan 50 juta orang mengonsumsi obat antihipertensi. Namun obat-obatan tak selalu bisa mengontrol tekanan darah.

Hipertensi dianggap resistan jika pasien sudah mengonsumsi dua atau tiga jenis obat namun bacaan tekanan darahnya masih diatas 140/90 mmHg.

Menurut Bruno, meski studi yang dilakukannya tidak menganalisa mengapa sulit tidur memperburuk hipertensi, tetapi gangguan tidur dan kardiovaskular sangat terkait.

Sulit tidur juga terkait dengan obesitas dan diabetes, yang berpengaruh pada kerja obat penurun tekanan darah.

Secara umum, hasil studi ini menekankan pentingnya gaya hidup yang sehat untuk menjaga tekanan darah, antara lain dengan memiliki pola tidur yang sehat dan rajin berolahraga.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
Hipersalivasi (Ptyalism)

Hipersalivasi (Ptyalism)

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.