Kompas.com - 16/12/2012, 18:08 WIB
EditorAsep Candra

 

KOMPAS.com -  "Saya takut disangka orang hamil dokter, padahal saya tidak punya suami," ungkap seorang Ibu waktu konsultasi di tempat praktik saya suatu sore. "Kok bisa?," tanya saya. "Perut saya ini dokter", sambil berdiri dari kursi seperti mau memamerkan perutnya yang besar. "Ngak tahu dokter, dalam beberapa bulan ini perut saya terasa semakin besar, khawatir juga kalau ada sesuatu di dalamnya, takut ada tumor dok," jawab pasien

Pasien seorang Ibu, menjanda dengan dua anak, masih muda dan cantik. Melihat penampilannya yang sedikit agak genit, dan perutnya seperti orang hamil 9 bulan tidak salah juga barangkali orang lain akan berpikir macam-macam.  Kelihatan kulit perutnya yang putih mulus, seperti belum pernah melahirkan. Pada pemeriksaan tanda-tanda kehamilan juga tidak saya temukan, dan USG juga menunjukkan hal demikian. hanya terdapat penumpukan lemak di bagian dalam perutnya yang luar biasa. Hatinya juga mengalami perlemakan, dan ada juga batu empedu yang masih kecil. Tekanan darah agak tinggi, pemeriksaan laboratorium ada hiperlipidemi, kolesterol total, TG, LDL naik, HDL di bawah normal dan gula darah juga mulai naik, tetapi belum masuk kriteria WHO untuk bisa didiagnosis sebagai diabetes mellitus (DM)

Melihat tanda, gejala dan pemeriksaan laboratorium pada pasien itu, dalam Ilmu kodokteran ada namanya penyakit yang dikenal dengan istilah Sindroma Metabolik, disebut juga sindrom-X atau prediabetes. Merupakan kumpulan gejala gangguan metabolisme yang meliputi obesitas sentral atau perut buncit, hipertensi, dislipidemi, dan  resistensi insulin. Bila anda mengalami ini, potensi Anda untuk mengalami komplikasi penyakit kardiovaskuler dan diabetes sangat tinggi.  Bila  anda sudah masuk pada tahap diabetes, risiko itu akan jauh lebih meningkat lagi.

Memastikan perut buncit dapat dilihat dari lingkaran perut Anda. Untuk ukuran lingkar pinggang orang barat biasanya laki-laki lebih dari 100 cm, sedang wanita lebih dari 80 cm. Untuk orang Indonesia harusnya lebih kecil lagi. Atau, kalau Anda ingin mengetahui ukuran perut Anda masih normal atau tidak, gampangya, Anda cukup berdiri di depan kaca, lalu dari arah samping. Coba Anda perhatikan, kalau perut Anda kelihatan jauh lebih menonjol daripada dada Anda, berarti ukuran perut Anda tidak normal lagi. Kemudian, kalau perut Anda seperti itu, dan 2 -3 gejala lain seperti trigliserida lebih dari 150 mg/dl, HDL kurang dari 40 mg/dl untuk Pria, 50 mg/dl untuk wanita, tekanan darah lebih atau sama dengan 130/85 mmHg, gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl,  maka menurut WHO Anda sudah dapat dikatakan mengidap sindroma metabolik ini.

Bagaimana mematikannya, berbahayanya penyakit ini, dapat dilihat  dari penelitian yang dilakukan pada 1.209 sampel yang diikuti selama 11 tahun lebih. Pada mereka yang memenuhi kriteria sindroma metabolik ini, mempunyai risiko kematian 3 sampai 5 kali lebih besar meninggal akibat penyakit jantung  dibandingkan dengan kelompok normal atau tidak menderita sindrom ini. Penderita ini juga mempunyai risiko sangat besar utnuk menderita diabetes mellitus. Banyak penelitian lain menunjukkan hasil yang serupa.

Karena itu, kasus sindroma metabolik ini sebenarnya sangat memprihatinkan. Di Amerika Serikat, 1 dari 5 orang dewasa menderita ini pada tahun 1994. Sekarang lebih dari 50 juta penduduk Amerika Serikta menderita sindroma ini.  Di Indonesia, pengalamaan klinis saya juga demikian, banyak sekali kasus perut buncit dengan bermacam gejala lain yang datang konsultasi. Di ruang rawat inap penyakit yang berkaitan dengan sindroma ini juga memenuhi sebagian besar ruangan. Karena demikian banyaknya kasus ini, perut buncit sebagai tanda awal yang dapat dilihat dengan mata, maka Anda tidak sulit  menemuinya, baik  di jalan, restoran bahkan di Senayan, atau dalam rumah Anda sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayang, pengalaman saya selama ini, perut buncit masih dianggap hal-hal biasa saja, seperti tidak ada masalah. Bahkan, ada yang merasa bangga dengan perut yang besar itu, apalagi bagi pria.  Saya tidak tahu sebab pastinya, barangkali ini ada kaitannya dengan asumsi bahwa perut besar, buncit  itu ada hubungannya dengan kesejahteraan, kemapanan, kakayaan dan sebagainya. Sering pasien kalau diingatkan tentang perutnya yang besar itu, jawabannya: "kalau kurus nanti dikira orang sakit,  kurang makan dokter"  Pasien lain menjawab:" tidak gagah pula dokter, kalau kelihatan kurus, dan bila begini, tidur saya lebih enak dokter, di mana dan kapan saja saya bisa tidur."

Disamping itu, yang sering juga menjadi permasalahan adalah, karena dianggap biasa-biasa saja, kesadaran untuk memeriksakan faktor risiko lain seperti kadar lipid darah, gula darah dan sebagainya sangat rendah. Karenanya, sebagian besar pasien baru konsultasi kalau sudah menderita bermacam komplikasi, seperti DM, hipertensi, gangguan jantung, stroke.

Selain itu, karena sindroma metabolik ini tidak muncul mendadak, tiba-tiba waktu bangun pagi ukuran celana Anda berubah dari  33 ke 38 misalnya, tekanan darah Anda melonjak naik ----kalau begini, Anda pasti akan berteriak, "wooow ada apa ini?"  Dan, Anda pasti akan memeriksakan diri atau akan konsultasi. Tetapi, perut Anda membuncit  sedikit demi sedikit, Anda tidak menyadarinya, bahkan mungkin menikmati perut yang membesar itu, Anda merasa bangga, lebih percaya diri.

Tekanan darah Anda juga begitu, Anda tidak merasakan kenaikan sedikit demi sedikit itu, tidak merasakan gejala-gejalanya, Anda oke-oke saja. Kenaikan gula darah akibat resistensi insulin  juga demikian, gejalanya tidak khas, kecuali kalau Anda sudah masuk dalam tahap diabetes dengan gejalanya yang khas seperti banyak minum, banyak kencing, banyak makan. Kadar lipid darah yang tidak normal sama saja, juga tidak memberikan gejala yang spesifik, barangkali Anda hanya baru tahu waktu diperiksa di laboratorium. Maka, sindroma ini sering terlambat penanganannya dan biasanya sudah disertai komplikasi seperti DM, serangan jantung, stroke.

Karena sidroma metabolik ini  tidak memberikan gejala klinis yang khas. Maka, bila Anda mempunyai beberapa kumpulan tanda  di atas, Anda harus hati-hati. Beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, stroke akan mengancam Anda. Pengalaman saya, perut buncit saja sudah merupakan peringatan dini bagi Anda. Jadi, Anda harus mengubah gaya hidup segera.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.