Kompas.com - 14/01/2013, 15:11 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr.Samsuridjal Djauzi  SpPD-KAI menyatakan, imunisasi untuk orang dewasa tidak dapat diabaikan dan tidak kalah penting dengan imunisasi pada anak.

"Bahkan, imunisasi pada orang dewasa dapat mencegah risiko kematian seratus kali lipat lebih tinggi ketimbang imunisasi pada anak. Setiap tahun, puluhan ribu orang dewasa dan ratusan ribu lainnya harus dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi," kata Samsuridjal di Jakarta, Minggu (13/1/2013).
   
Tidak hanya bayi dan balita, orang dewasa juga memerlukan imunisasi karena dengan semakin meningkatnya usia seseorang, maka semakin rentan juga ia akan terkena penyakit. "Imunisasi untuk orang dewasa, khususnya kelompok usia lanjut, dapat mencegah kematian secara signifikan," katanya.

Samsuridjal menambahkan, tujuan imunisasi pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada anak, imunisasi dimaksudkan untuk menyiapkan anak agar memiliki kekebalan tubuh yang kuat, sedangkan pada orang dewasa terutama pada orang berusia lebih lanjut, imunisasi bertujuan untuk mencegah kematian oleh penyakit-penyakit yang bisa dicegah.
   
Salah satu penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi orang dewasa adalah penyakit pneumokokus yaitu kumpulan dari beberapa penyakit seperti meningitis, pneumonia, infeksi telinga tengah, infeksi darah dan sinusitis yang dapat diderita segala usia, terutama anak-anak dan dewasa juga pada individu yang memiliki kondisi medis kronis.
   
Penyakit pneumokokus dapat ditularkan melalui kontak interpersonal seperti melalui media udara, yaitu melalui bersin atau batuk. Sedangkan untuk gejala penyakitnya berbeda-beda, tergantung pada lokasi infeksi dan tingkat keparahannya, misalnya gejala pneumonia antara lain demam, menggigil, batuk, dan nafas yang pendek dan untuk meningitis pneumokokus (radang selaput otak oleh kuman pneumokokus) dapat memiliki gejala demam, sakit kepala dan kaku leher.
   
Orang yang memiliki penyakit kronis tertentu seperti diabetes, asma, dan penyakit jantung juga disebut Samsuridjal lebih rentan terhadap komplikasi dalam flu dan penyakit-penyakit pneumokokus.
   
"Bahkan, 52 persen perawatan usia lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo adalah karena pneumonia. Ini membuktikan bahwa penyakit pneumokokus adalah ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia," katanya.
   
Pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia menjadi  salah satu penyebab utama dari penyakit yang serius di antara orang dewasa termasuk bakteremia, meningitis, dan pneumonia dimana penularannya melalui kontak interpersonal, melalui kuman yang tersebar melalui udara seperti lewat bersin atau batuk.
 
Samsuridjal menambahkan, orang dewasa berusia 50 tahun ke atas memiliki resiko lebih tinggi  untuk terkena penyakit pneumokokus, karena itu penting bagi mereka untuk melakukan konsultasi kesehatan kepada dokter dan melakukan vaksinasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Health
Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Health
6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.