Kompas.com - 05/06/2013, 16:34 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Prevalensi kegemukan pada anak terus meningkat. Kecenderungan anak untuk menjadi gemuk sejatinya tidak terlepas dari peran dan pengaruh orangtua yang mendampinginya.

Pakar fisiologi dan konsultan kontrol berat badan dr. Grace Judio-Kahl menyarankan para orangtua lebih peduli dengan asupan gizi anak. Bahkan orang tua perlu menjadi "polisi" bagi apa yang dimakan oleh anak mereka.

"Anak tidak dapat mengatur makanannya sendiri, yang harus mengaturnya adalah orang tua," katanya dalam konferensi pers peluncuran buku "Solusi Tanpa Stres untuk Anak Gemuk" di Jakarta, Rabu (5/6/2013). 

Grace mamaparkan, prinsipnya orangtua perlu menanamkan pendirian hidup sehat dengan memberikan anak makanan yang jumlah dan jenisnya sesuai dengan kebutuhan anak. Selain itu, orangtua perlu memperhatikan batasan-batasan sejauh mana mereka dapat memberikan toleransi makan kepada anak.

Menurut Grace, ada tiga hal yang perlu orangtua perhatikan dalam memberikan batasan-batasan makan bagi anak. Pertama, anak baru boleh makan makanan yang sedikit tinggi kalori pada satu peristiwa yang spesial untuknya. "Contohnya ketika anak ulang tahun, tidak mungkin orangtua melarangnya makan kue ulang tahun dia sendiri," tuturnya.

Kedua yaitu pada saat darurat, yaitu tidak ada pilihan makanan lain yang lebih sehat. Misalnya, suatu hari pergi ke suatu tempat yang sulit mendapatkan makanan sehat, yang ada hanya restoran makanan cepat saji. Dalam keadaan darurat seperti itu, anak boleh saja memakan makanan yang berasal dari restoran tersebut.

Ketiga yaitu sesuai dengan aktivitas yang anak kerjakan. Apabila anak sudah melakukan aktivitas fisik yang melelahkan dan membakar banyak kalori, anak boleh makan lebih banyak untuk mengganti energi yang sudah ia keluarkan. "Maka inilah pentingnya orangtua tahu perhitungan kalori dari berbagai jenis makanan," tegas Grace.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan, yang paling penting adalah mengubah kebiasaan pola hidup keluarga yang notabene merupakan lingkungan yang paling dekat dengan anak. Jika anak diharuskan mengubah pola makannya supaya menjadi lebih sehat, maka orang di sekitarnya pun perlu mengubahnya pula.

"Jadikan pola makan tidak sehat sebagai musuh bersama, maka masing-masing anggota keluarga jadi bisa saling menguatkan satu sama lain untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat," tandasnya.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.