Kompas.com - 21/06/2013, 09:29 WIB
shutterstock
EditorAsep Candra


TANYA :

Dok, saya sudah memasang behel 2 tahun lalu pada seorang dokter gigi langganan saya. Namun sampai saat ini, perubahan pada gigi saya tidak memuaskan, bahkan fungsi gigi menjadi tidak optimal di mana gigi seri tidak bisa berfungsi untuk memotong, karena antara gigi seri atas dan bawah tidak bertemu (ada rongga) seperti terganjal oleh posisi gigi geraham yang tidak tepat. Apa yang harus saya lakukan sekarang? Etiskah kalau saya minta dirujuk ke drg., Sp.Ort ? Sebelumnya saya tidak tahu kalau memasang behel itu harus di spesialis. Saya juga tidak tahu apakah di kota saya ada spesialis ortodonti. Mengapa drg umum berani memasang behel dan tidak menyarankan ke spesialis? Saya sekarang merasa jadi kelinci percobaan saja. Terima kasih

(Ari, 41, 162 cm, 55 kg, Denpasar)   

JAWAB : 

Bapak Ari yang baik,

Pemasangan kawat gigi dan perawatannya memang sebaiknya dilakukan oleh Dokter Gigi yang kompeten, yaitu Dokter Gigi Spesialis Ortodonti. Memang sampai saat ini, banyak sekali Dokter Gigi umum yang melakukan pemasangan kawat gigi cekat.

Sebenarnya, kewenangan dan sanksi mengenai Dokter Gigi umum yang melakukan pemasangan kawat gigi sudah diatur dalam undang-undang. Kewenangan Dokter Gigi umum dalam melakukan perawatan kawat gigi cekat adalah untuk kasus-kasus kelainan susunan gigi yang sederhana. Tetapi, kenyataannya masih banyak teman sejawat yang masih melakukannya melewati kewenangannya.

Tentu saja, permasalahan hal ini masih terus dibahas oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) dan pihak terkait lainnya.

Sebagai pasien yang bijak, anda dapat menentukan sendiri siapa yang seharusnya melakukan perawatan dan pemasangan kawat gigi cekat. Anda dapat membandingkan ilmu dan keterampilan yang didapat oleh seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti yang mendalami ilmu spesialisnya selama kurang lebih 4 tahun, dibandingkan dengan Dokter Gigi umum yang hanya mempelajari pemasangan ortodonti cekat selama beberapa saat saja. Sebagai informasi tambahan, anda dapat membaca jawaban artikel pada tanggal 18 Juli 2012 mengenai "Ragu Pasang Kawat Gigi Karena Takut dan Mahal". Di dalam artikel tersebut dibahas apa saja yang dipelajari oleh seorang Dokter Gigi Spesialis Ortodonti selama masa perkuliahan spesialisnya, dan belum tentu diperoleh oleh Dokter Gigi umum yang hanya mempelajarinya di pendidikan dokter gigi umum atau melalui kursus-kursus singkat ortodonti .

Saat ini, anda berhak menanyakan kembali rencana perawatan dan bagaimana perkiraan hasil perawatan yang akan dicapai. Tanyakan mendetail kepada Dokter Gigi yang merawat anda. Jika anda merasa kurang puas, anda berhak melakukan penghentian perawatan dengan membuat surat pernyataan tertulis yang telah disetujui oleh anda dan Dokter Gigi anda. Anda juga berhak meminta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perawatan kawat gigi anda selama 2 tahun ini (seperti foto panoramik, sefalometri, dan model gigi awal).

Kemudian anda dapat mencari Dokter Gigi Spesialis Ortodonti di kota anda. Tanyakan kepada Dokter Gigi anda saat ini atau anda dapat menanyakannya ke Rumah Sakit Daerah atau Swasta di kota anda. Sepengetahuan saya, sudah ada Dokter Gigi Spesialis Ortodonti di kota anda saat ini.

Anda tidak perlu merasa seperti kelinci percobaan, sebab seluruh Dokter Gigi memang mempelajari dan dituntut untuk bisa melakukan seluruh perawatan gigi termasuk pemasangan kawat gigi sejak pendidikan Dokter Gigi. Tentu saja, tetap ada batasan kewenangannya antara Dokter Gigi umum dengan Dokter Gigi Spesialis.


Demikian Bapak Ari, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

6 Cara Mengobati Kanker Usus, Terapi Obat sampai Operasi

Health
Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.