Kompas.com - 02/07/2013, 12:06 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com-
Bayi dan balita yang montok dan pipi tembam memang menggemaskan. Namun, orangtua mesti mewaspadai penambahan berat badan si buah hati untuk mencegah agar jangan sampai ia mengalami obesitas.

Epidemi obesitas di banyak negara kini menjadi masalah kesehatan yang menjadi perhatian para ahli. Di negara maju, satu dari tiga anak menderita kegemukan berlebih atau obesitas, bahkan masalah ini sudah terlihat sebelum anak bisa berjalan.

Dalam studi yang dimuat dalam American Journal of Health Promotion, disebutkan sepertiga anak berusia 9 bulan berisiko atau malah sudah obesitas.

Menurut Direktur Medik Gramercy Pediatrics di New York City, Dr. Dyan Hes, ada beberapa alasan kenapa bayi bisa kegemukan.

Sebagian bayi memang akan menjadi lebih kurus saat mereka mencapai usia balita. Sementara ada beberapa anak yang memang terlahir besar. ”Jika Anda lahir dengan berat 4,5 kilogram maka seumur hidup Anda akan menjadi salah satu yang terberat," kata Hes.

Jika satu atau kedua orangtua mengalami obesitas, biasanya berat badan anak tidak jauh berbeda. Apakah kegemukan itu karena genetik atau gaya hidup, sulit ditentukan. Tapi Hes mengatakan, umumnya merupakan kombinasi.

Ibu yang mengalami diabetes gestasional semasa hamil juga cenderung melahirkan bayi besar dan anak yang kegemukan. Menurut penelitian dalam jurnal Diabetes Care, 31 persen anak yang ibunya menderita diabetes gestasional mengalami kegemukan pada usia 11 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, hal utama yang diperhatikan dalah kurva pertumbuhan. Bila anak tiba-tiba gendut, maka itu adalah saat yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter anak.

“Yang kami inginkan adalah pertumbuhan anak tetap dalam kurva. Kenaikan berat badannya tidak terlalu cepat,” kata Hes.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan, terkait berat badan anak:

Halaman:

Sumber FOXNews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Gejalanya Mirip, Ini Beda Gangguan Kepribadian Ambang dan Bipolar

Health
Sindrom Brugada

Sindrom Brugada

Penyakit
8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

8 Penyebab Mata Gatal di Malam Hari

Health
Lichen Planus

Lichen Planus

Penyakit
Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Kok Bisa Hasil Test Pack Keliru?

Health
Bercak Mongol

Bercak Mongol

Penyakit
Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Amankah Melakukan Vaksinasi Flu saat Sedang Sakit?

Health
Floaters

Floaters

Penyakit
Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Mengapa Kolesterol Tinggi Dapat Menyebarkan Sel Kanker?

Health
Anemia Sel Sabit

Anemia Sel Sabit

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.