Kompas.com - 16/07/2013, 10:14 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com —
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang pandai. Namun, jika secara spesifik Anda menginginkan si kecil pandai matematika dan membaca, jangan biarkan jadwal tidurnya berantakan.

Para peneliti asal University College London melakukan studi pada 11.000 anak. Mereka melaporkan, jadwal tidur anak yang tidak teratur dan sering begadang berdampak buruk pada kemampuan matematika dan membaca mereka.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Epidemiology and Community Health tersebut menganalisis prestasi akademik anak usia 3, 5, dan 7 tahun yang dikaitkan dengan jam tidur mereka. Studi menemukan, anak yang tidak memiliki jadwal tidur tetap dan lebih dari pukul 21.00 cenderung memiliki nilai membaca dan matematika yang lebih rendah.

Menurut studi, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang kurang stabil cenderung mendapatkan tanggapan sosial yang kurang sehingga bisa menonton TV hingga larut malam. Hal itu berbeda dengan keluarga yang stabil yang cenderung memiliki peraturan anak untuk tidur tepat waktu. Di sinilah terlihat hubungan tipe keluarga dengan jadwal tidur anak.

Para peneliti mengatakan, masa anak-anak merupakan masa emas perkembangan otak. Tidur merupakan hal penting demi perkembangan otak yang optimal. Ketika anak tidak mendapatkan tidur yang baik pada malam hari dengan periode yang konsisten, kemampuan otaknya untuk menyimpan informasi baru bisa terganggu.

Studi menemukan, jam tidur tidak teratur paling umum dijumpai pada anak usia tiga tahun. Satu dari lima anak usia tiga tahun tidur dalam waktu yang bervariasi. Sementara menginjak usia 7 tahun, lebih dari setengah anak memiliki awal waktu tidur teratur, yaitu antara pukul 19.30 dan 20.30.

Namun, para peneliti mengatakan, waktu tidur lebih dini dari jam 19.30 tidak menjadikan perkembangan otak anak lebih baik. Secara umum, beberapa ahli tidak terlalu memperhatikan konsistensi jam tidur, tetapi lebih pada kualitas tidur.

Robert Scott-Jupp, dokter anak dari Royal College of Pediatrics and Child Health, mengatakan, sepintas studi ini memberikan kesan kurang tidur pada anak dapat berdampak pada kurangnya kecerdasan anak, tetapi jelas hubungannya lebih rumit dari itu.

"Faktor sosial dan biologi sama-sama mempengaruhi perkembangan otak dengan cara yang rumit. Untuk mendapatkan perkembangan otak yang terbaik, anak perlu tidur malam yang baik," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.