Kompas.com - 04/10/2013, 09:12 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - Upaya pencegahan penularan Human Papilloma Virus (HPV) membutuhkan kerja sama antara kaum wanita dan pria. Tanpa kerja sama antar keduanya, terutama bagi yang telah berpasangan, sulit mencegah penularan virus penyebab kanker serviks ini.

Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi pada pembukaan Training of Trainee (ToT) Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks yang diadakan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) dan PT. Pertamina, di Jakarta pada Kamis (3/10/2013). 

"Peran bersama wanita dan pria akan menentukan efektivitas pencegahan penularan HPV, sama halnya dengan virus HIV dan HCV. Pencegahan berupa screening atau vaksin kurang efektif bila hanya dilakukan di satu pihak," ujarnya.

Kondisi ini disebabkan pria ikut berpartisipasi dalam proses penularan, terutama  saat berhubungan seksual dengan wanita. Nafsiah menyarankan kaum pria  untuk melakukan tiga hal untuk mencegah penularan  HPV, HIV, dan HCV.

Pertama, tidak melakukan hubungan seks berisiko. Contohnya, pria tidak diperkenankan untuk melakukan hubungan seksual berganti pasangan. Hal ini untuk mencegah penularan virus dari pasangan yang ternyata sudah terinfeksi.

Kedua, tidak menggunakan NAPZA karena bisa menciptakan halusinasi yang dikhawatirkan memancing nafsu seksual. NAPZA, terutama yang digunakan dengan jarum suntik secara bergantian, memudahkan penularan virus. Selain itu, rasa fly dan high yang muncul menghalangi timbulnya rasa malu dan menimbulkan rasa bebas melakukan apapun.

Ketiga, selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom akan menurunkan risiko penularan saat berhubungan seksual. Hal ini akan menimbulkan rasa aman dan nyaman antar keduanya saat melakukan hubungan suami istri.

"Bayangkan saja kalau pria tetap melakukan tiga hal tersebut, dan menulari istrinya yang kemudian hamil. Anak yang dikandung berpeluang ikut tertular," kata Nafsiah yang menegaskan bahwa penularan HPV, HIV, dan HCV akan menurunkan kualitas generasi muda yang dilahirkan.

Wanita, kata Nafsiah, juga tidak boleh ketinggalan terus memperkaya diri dengan pengetahuan. Pengetahuan ini akan membantu wanita membentengi diri dari penularan virus dan terus menjaga kebersihan serta kesehatan reproduksinya.

"Hilangkan sepenuhnya ketakutan untuk mengetahui penyebab kanker, sering keputihan, atau menanyakan apakah suami berpenyakit kelamin. Hal ini semata benteng diri supaya tetap sehat," kata Nafsiah.

Menkes menambahkan, dirinya tidak menganggap percuma bila pencegahan hanya dilakukan pada wanita. Namun hal ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan efektivitasnya yang lebih rendah, dibandingkan bila dilakukan pria dan wanita. Kerja sama antar pria dan wanita akan memudahkan pencegahan penularan virus HPV, HIV, dan HVC.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.