Kompas.com - 22/10/2013, 09:57 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -Tampil cantik dan menarik adalah impian seluruh wanita. Demi harapan tersebut banyak wanita rela menggunakan berbagai jenis kosmetik, meski kualitas dan keamanannya belum teruji.

Akibatnya harapan tersebut bukan mustahli tinggal mimpi belaka. Wanita harus menghadapi kenyataan wajah cantiknya berubah buruk. Kulit wajah memerah, bengkak, atau gatal hanya menjadi sekelumit risiko yang harus ditanggung.

Untuk mencegah risiko ini, perempuan disarankan untuk menguji terlebih dulu keamanan dan kualitas kosmetik. Ada cara yang cukup sederhana yang dapat dilakukan yakni dengan mengoleskannya ke bagian belakang telinga. 

"Sebelum membeli atau menggunakan kosmetik, cobalah dulu di kulit belakang telinga. Area ini cukup tersembunyi bila penggunaan kosmetik memancing reaksi merugikan," Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM RI, T. Bahdar J. Hamid, pada temu media Kosmetik Berbahaya di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Lokasi kulit di belakang telinga, kata Bahdar, menjadi area yang aman untuk percobaan karena tersembunyi sehingga tidak mengganggu keindahan wajah. Walau tersembunyi, wanita tetap bisa merasakan bila kosmetik menimbulkan reaksi negatif.

Bahdar menyarankan, wanita tidak langsung menghapus jejak kosmetik di kulit belakang telinga. Wanita sebaiknya menunggu terlebih dulu maksimal 1-2 hari.

Hal ini dikarenakan munculnya reaksi negatif berbeda pada tiap orang. Bila tubuh cenderung cepat tanggap, maka reaksi akan muncul cepat. Namun hal sebaliknya bisa terjadi pada tubuh yang bereaksi lambat.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran kosmetik berbahaya di lingkungannya. Walaupun tahun ini trennya menurun, namun risiko dan ancamannya tetap sama. "Karena itu jangan ragu untuk mengecek terlebih dulu sebelum menggunakan," kata Bahdar.

Hasil pengawasan yang dilakukan BPOM RI sampai Juli 2013 menemukan 4.232 jenis kosmetik tanpa izin edar (TIE) dan mengandung bahan berbahaya. Jumlah total kosmetik adalah 74.067 produk kosmetik. Bahdar mengatakan temuan kosmetik TIE dan mengandung bahan berbahaya didominasi pemutih, pewarna bibir, rambut, dan pipi.

Untuk produk yang mengandung bahan berbahaya, umumnya terdapat kandungan air raksa, air keras, methanil yellow, dan rhodamin. Kandungan zat tersebut bisa memicu timbulnya reaksi alergi hingga kematian.

Produk TIE, kata Bahdar, belum dijamin tingkat keamanan maupun kualitasnya. Biasanya kosmetik ini menggunakan label berbahasa asing, sehingga masyarakat Indonesia kurang mengerti efek samping, dosis, maupun cara penggunaannya.

"Sedapat mungkin berhati-hatilah menggunakan kosmetik. Belilah kosmetik pada penjual yang terpercaya. Setelah itu jangan lupa untuk mengujinya di kulit belakang telinga," kata Bahdar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X