Kompas.com - 06/11/2013, 15:45 WIB
Ilustrasi pemeriksaan gula darah medicalstuteringIlustrasi pemeriksaan gula darah
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Untuk urusan risiko penyakit jantung, kaum hawa umumnya lebih diuntungkan daripada pria, khususnya bagi mereka yang belum mencapai masa menopause. Pasalnya, tubuh mereka masih memproduksi estrogren yang menjaga pembuluh darah tetap kenyal dan mencegah penyumbatan.

Hanya, keuntungan ini tampaknya tidak berlaku bagi wanita yang memiliki penyakit diabetes. Sebuah studi anyar mengindikasikan, wanita di bawah usia 60 tahun yang memiliki penyakit diabetes empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung koroner (PJK) daripada mereka yang tidak. Hal itu membuat risiko mereka sama seperti kaum pria.

"Kita perlu bekerja lebih keras untuk mencegah penyakit jantung pada wanita di bawah usia 60 tahun," ujar penulis studi Dr Rita Rastogi Kalyani, pakar endokrin dari Johns Hopkins University School of Medicine.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Suzanne Steinbaum, direktur bagian penyakit wanita dan jantung di Lenox Hill Hospital di New York. Menurutnya, wanita di bawah usia 60 tahun dengan diabetes perlu lebih peduli untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung.

Menurut dia, langkah terbaik bagi kelompok tersebut adalah mengatur pola makan dan berolahraga. "Pencegahan adalah langkah yang krusial," tegasnya.

Dalam studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetes Care tersebut, Kalyani dan timnya menganalisa data pada lebih dari 10.000 orang Amerika. Tak ada seorang pun dari peserta yang terdeteksi dengan penyakit jantung.

Sementara itu, pada kelompok pria, diabetes hanya memberikan dampak sangat kecil untuk meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, para peneliti percaya jenis kelamin menjadi hal yang penting mewaspadai perbedaan risiko PJK.

Mereka mengatakan, faktor risiko seperti keturunan dan hormon adalah yang menentukan perbedaan risiko pada wanita dan pria, terutama jika dikaitkan dengan dampak diabetes pada kesehatan jantung.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.