Kompas.com - 02/12/2013, 17:25 WIB
Minuman berenergi AFPMinuman berenergi
EditorAsep Candra


KOMPAS.com — Minuman energi yang mengandung kafein dapat mengubah cara kerja detak jantung, demikian hasil penelitian terbaru menyebutkan.

Tim peneliti dari Universitas Bonn, Jerman mengidentifikasi jantung milik 17 orang yang  mengonsumsi minuman energi. Hasilnya menunjukkan, detak jantung orang-orang tersebut lebih kuat setelah menenggak minuman tersebut.

Dalam pertemuan tahunan Masyarakat Radiologi Amerika Utara, para ilmuwan dari Jerman itu memperingatkan, anak-anak dan mereka yang kondisinya sehat lebih baik menghindari mengonsumsi minuman energi yang dikemas dengan kafein.

 "Sampai sekarang, kami belum tahu persis apa efek minuman energi seperti ini terhadap fungsi jantung," ungkap Dr Jonas Dorner, salah seorang peneliti.

"Jumlah kafein dalam minuman energi lebih tinggi tiga kali ketimbang minuman berkafein lainnya seperti kopi atau kola," imbuhnya.

Bagaimanapun, menurut Dorner, banyak efek samping akibat mengonsumsi kafein dengan asupan yang tinggi. "Termasuk detak jantung yang cepat, jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, dan dalam kasus yang paling parah, kejang atau kematian mendadak," terangnya.

Tidak untuk anak-anak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam penelitiannya, peneliti memantau 17 orang yang diberi minuman energi mengandung 32 mg per 100 ml kafein dan 400 mg per 100 ml bahan kimia lain yaitu taurine.

Dalam penelitian terungkap, ventrikel atau bilik kiri jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh ternyata berkontraksi lebih keras setelah sekitar satu jam peserta menenggak minuman energi.

"Kami telah menunjukkan mengonsumsi minuman energi memiliki dampak jangka pendek pada detak jantung," ujar Dorner.

"Kami tidak tahu persis bagaimana atau apakah kontraksi detak jantung ini berdampak pada kegiatan sehari-hari atau kinerja atletik."

Demikian pula, penelitian ini tidak mengetahui dampak lebih lanjut terhadap orang yang memiliki masalah dengan jantungnya.

Namun, tim peneliti menyarankan agar anak-anak dan mereka yang memiliki detak jantung tidak teratur menghindari minuman energi. Di Inggris, asosiasi minuman ringan telah menyatakan bahwa minuman energi dilarang dikonsumsi oleh anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.