Kompas.com - 08/02/2014, 13:17 WIB
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Sebuah jajak pendapat menunjukkan sekitar dua pertiga orang mengaku telinga mereka berdenging setelah menghabiskan sepanjang malam di klub, pub atau setelah menonton pertunjukan musik.

Kelompok kampanye Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan jajak pendapat yang dilakukan pada 1.000 orang dewasa ini menunjukkan sepertiga dari mereka mengabaikan "level aman" pada alat pemutar musik mereka.

Kelompok ini memperingatkan orang yang mendengarkan musik keras dalam waktu lama sangat berisiko mengalami telinga berdenging (tinnitus).

Setengah dari mereka yang disurvei mengatakan mereka mendengarkan musik antara satu dan enam jam sehari -sepertiga dari waktu bangun mereka- di tempat kerja atau di pemutar MP3 dalam perjalanan dari dan menuju tempat kerja atau studi.

Namun satu dari lima orang tidak melakukan apapun untuk merawat pendengaran mereka.

Aksi Gangguan Pendengaran memperingatkan bahwa satu dari 10 orang di Inggris mengalami tinnitus setiap hari, mulai dari "suara dengung sekilas" hingga ke "deruan konstan" di telinga dan kepala.

Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk berkonsentrasi di tempat kerja untuk tidur di malam hari.

Paul Breckell, pemimpin Aksi Gangguan Pendengaran, mengatakan mendengarkan musik keras dalam waktu yang lama dapat memicu tinnitus dan merupakan indikasi pendengaran yang rusak.

"Kebanyakan orang mengalami tinnitus, tetapi pada kasus yang parah dapat memicu ketakutan, kecemasan dan perasaan tidak berdaya yang memengaruhi kualitas hidup mereka.

Breckell melanjutkan, "Saat ini tidak ada obat untuk tinnitus. Sebagai amal kami melakukan semua yang kami bisa untuk mendanai penelitian demi pengobatan."

Paul Oakenfold, salah seorang produser DJ yang mendukung kampanye ini mengatakan, saya mendesak pecinta musik untuk memakai pelindung telinga ketika menghadiri pertunjukan dan menghindari volume sangat tinggi pada pemutar musik pribadi.

"Memakai headphone yang layak juga mengurangi risiko rusaknya telinga dan risiko tinnitus yang disebabkan oleh musik yang terlalu keras. Tidak ada yang menginginkan itu," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.