Kompas.com - 20/03/2014, 14:39 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com
— Seorang bayi laki-laki prematur selamat berkat diinkubasi dalam kotak es polistirena. Atas saran dokter, orangtuanya menginkubasi bayi tersebut dalam kotak es selama lima bulan.

Pada Oktober 2013, Mithilesh Chauhan lahir dua bulan lebih awal dari yang dijadwalkan di Aliance Hospital di Mumbai, India. Berat lahirnya hanya sekitar 1,5 kg, dan membutuhkan pengontrolan konstan lantaran sangat rentan mengalami infeksi.

Kendati demikian, orangtua Mithilesh, Aruna dan Ramseh Chauhan, tidak memiliki cukup biaya untuk memberikan perawatan di Intensive Care Unit (ICU). Awalnya, mereka memang memberikan perawatan ICU bagi Mithilesh dengan meminjam uang dari keluarga mereka. Namun, karena perawatan tersebut tidak sebentar, mereka pun tak mampu lagi melanjutkan.

Memindahkan Mithilesh ke RS pemerintah pun tidak dapat dilakukan, mengingat daftar tunggu ICU yang terlalu panjang. Akhirnya, dokter dari Alliance Hospital pun menyarankan untuk melakukan metode alternatif yang murah dan tidak biasa.

"Dokter mengatakan, saat kami tidak bisa menginkubasi bayi kami di rumah sakit maka kami perlu mencoba menginkubasinya dalam kotak es dengan lubang untuk ventilasi dan lampu 60 watt untuk menciptakan suhu yang pas," ujar Aruna (34), ibu Mithilesh.

Saran tersebut ternyata sangat berguna untuk menyelamatkan nyawa si bayi. Setelah 20 hari berada di ICU, Mithilesh yang "terpaksa" dipulangkan langsung dimasukkan ke dalam kotak es yang dibeli ayahnya dari toko pasar ikan dan diberi lubang.

Aruna mengatakan, dia dan suaminya mengeluarkan Mithilesh dari kotak setiap dua jam untuk mengecek suhu badannya. "Itu sangat buruk. Namun, kami tidak punya sesuatu lain yang dapat kami lakukan, kami harus mencoba melakukan sesuatu. Jika dihentikan, maka dia akan meninggal. Namun, kami tahu, memasukkannya ke dalam kotak es juga bukan hal yang aman. Hal itu sangat membuat stres," tuturnya.

Syukurlah, perjuangan Aruna dan suaminya berbuah manis. Mithilesh bertahan hidup setelah lima bulan diinkubasi dalam kotak es, meskipun dia masih sangat kekurangan berat badan. Maka, saat ini dia tengah mendapat perawatan intensif di Wadia Hospital for Children secara cuma-cuma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber foxnews

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.