Kompas.com - 25/06/2014, 12:16 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Catatan sejarah menunjukkan, rokok sudah ditemukan sejak abad ke-16. Kebiasaan merokok lalu menyebar ke seluruh dunia. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa rokok pada era modern ini lebih berbahaya dibanding rokok pada masa 50 tahun lalu.

Kampanye terbaru Tobacco-Free Kids menyebarkan infografis yang menunjukkan perubahan komposisi dan desain rokok dalam lima dekade terakhir.

Setidaknya ada 9 alasan mengapa rokok kini lebih menyebabkan kecanduan, lebih berbahaya, dan lebih menarik bagi anak dan remaja.

- Bronkodilator
Perusahaan rokok kini menambahkan bronkodilator, zat yang sebenarnya bekerja memperlebar luas permukaan bronkus pada paru. Akibatnya zat kimia dalam rokok lebih mudah masuk ke paru.

- Tambahan nikotin
Perusahaan rokok mengontrol jumlah nikotin yang terkandung dalam rokok sehingga efek kecanduannya meningkat.

- Perasa
Penambahan zat perasa seperti liquorice dan cokelat akan membuat rokok lebih menarik untuk dicoba, terutama bagi anak dan remaja.

- Nitrosamine
Beberapa jenis rokok dibuat dari tembakau yang dicampur sehingga mengandung nitrosamine lebih tinggi. Zat ini ternyata juga bisa memicu kanker.

- Amonia
Penambahan amonia akan meningkatkan kecepatan nikotin mencapai otak.

- Mentol
Rasa mentol akan membuat tenggorokan lebih dingin, sekaligus mengurangi iritasi sehingga merokok pun lebih terasa enak.

- Filter
Lubang ventilasi pada filter rokok membuat perokok bisa menghirup lebih dalam. Akan tetapi, efeknya, zat-zat karsinogen lebih dalam masuk ke paru.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.