Kompas.com - 05/07/2014, 15:11 WIB
/Ilustrasi Shutterstock/Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Memang tak mudah memprediksi alergi, bahkan tak sedikit orang yang sebelumnya tak memiliki riwayat alergi namun alergi muncul setelah ia dewasa.

Seperti yang dialami Tika, ia mulai mengalami alergi udang baru sejak sekitar dua tahun lalu. Padahal sebelumnya, wanita 24 tahun ini sangat hobi makan makanan laut ini. Setelah makan udang, tenggorokannya terasa panas dan sedikit gatal. Rasa panas itu bila dibiarkan akan menimbulkan sesak napas meski tidak sampai mencekik. Tadinya ia pikir itu karena kondisi tubuhnya sedang tidak fit, karena itu ia kembali makan udang. Namun ternyata reaksi itu terjadi lagi.

Ia pun bertanya-tanya kenapa reaksi alergi tersebut bisa terjadi saat sudah dewasa. Padahal dulu ia sama sekali tidak mengalami gejala apapun, meskipun ia makan udang dalam jumlah relatif besar.

Menurut dokter pakar imunologi Iris Rengganis, alergi memang tidak selalu muncul ketika baru pertama kali terpapar alergen (protein pemicu alergi). Paparan pertama biasanya disebut dengan sensitisasi. Dalam tahap ini, tubuh belum menunjukkan tanda-tanda alergi.

"Namun tahap sensitisasi tidak tentu jangka waktunya, kita tidak tahu kapan kita akan mengalami alergi setelah terpapar alergen," ujar dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Karena itu, alergi bisa saja terjadi ketika dewasa, meskipun sejak usia lebih muda sudah berkali-kali terpapar alergen yang baru menyebabkan alergi. Alergi yang terjadi saat dewasa juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Faktor lingkungan seperti campuran bahan-bahan lain yang bercampur dengan alergen bisa membuat reaksi alergi. Misalnya dulu udang yang dimakan tidak terkontaminasi merkuri, berbeda dengan udang yang dimakan baru-baru ini. Hal seperti itulah yang juga menambah risiko alergi.

Sebaliknya, alergi juga bisa hilang sendiri seiring bertambahnya usia. Misalnya alergi susu yang banyak terjadi pada anak-anak. Setelah dewasa, alergi susu akan hilang, karena sistem pencernaan berkembang sehingga mampu untuk mencerna protein pada susu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
Untuk Cegah Stunting, BKKBN Wajibkan Prakonsepsi untuk Calon Pengantin

Untuk Cegah Stunting, BKKBN Wajibkan Prakonsepsi untuk Calon Pengantin

Health
8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

Health
Pankreatitis Kronis

Pankreatitis Kronis

Penyakit
13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Health
Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Penyakit
Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Health
Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.