Kompas.com - 26/01/2015, 17:00 WIB
Anak-anak bermain sepeda SHUTTERSTOCKAnak-anak bermain sepeda
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tinggi badan seorang anak bukan hanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan gizinya saja, tapi juga cepat lambatnya ia memasuki usia pubertas. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa anak perempuan terlihat lebih tinggi di usia sekolah dasar, tapi di usia remaja anak laki-laki bisa lebih jangkung lagi.

Anak perempuan memang memasuki usia puber lebih awal, yakni di usia 8-13 tahun, sementara anak laki-laki baru mengalami puber di usia 9-14 tahun.

Masa pubertas pada anak perempuan ditandai dengan pertumbuhan payudara. Biasanya 2,5 tahun kemudian ia akan haid.

"Tapi 2 tahun setelah haid pertumbuhannya terhenti. Jadi bisa dibayangkan kalau di usia 10 tahun ia sudah haid maka di usia 12 tahun ia sudah tidak tumbuh lagi," kata Dr.Aman Pulungan Sp.A (K), ahli endokrinologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara diskusi media yang diadakan Frisian Flag di Jakarta (23/1/14).

Aman menjelaskan, selama masa puber seorang anak akan mengalami pertumbuhan yang pesat (growth spurt) sehingga tinggi badannya juga ikut bertambah. Saat pubertas, tinggi badan anak bisa bertambah maksimal sampai 23 cm.

Selain itu, di usia ini anak juga akan mengalami perubahan penampilan fisik yang memperjelas perbedaan gendernya.

Berbeda dengan anak perempuan, anak laki-laki justru baru mengalami percepatan tinggi badan di akhir masa pubertasnya. Ini sebabnya, meski di usia sekolah dasar anak perempuan dan laki-laki akan sama tingginya, namun setelah masuk usia remaja anak laki-laki akan lebih tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, menurut Aman, banyak juga orangtua yang "kecolongan" sehingga tidak mengetahui kapan anak laki-lakinya mengalami pubertas. "Tahu-tahu di usia 14 tahun tidak tambah tinggi lagi, padahal mau masuk ke AKMIL," katanya.

Ia menambahkan, kuota pertumbuhan anak akan banyak berkurang setelah selesainya masa pubertas. Karena itu ia menyarankan orangtua untuk memperhatikan kapan anak mulai memasuki usia pubertas.

"Orangtua harus mengajak bicara anak sehingga tahu apakah anak sudah mengalami tanda-tanda puber. Di situ bisa diukur apakah tinggi badan anak sudah sesuai dengan kurva pertumbuhannya. Kalau kurang, masih bisa diterapi hormonal," ujarnya.

Terapi hormonal yang dilakukan setelah anak melewati masa pubertas, menurut Aman, tak akan banyak mmebantu. "Biar dikasih banyak hormon tapi kalau kuota pertumbuhannya sudah tidak ada ya percuma. Kan, nggak mungkin tulangnya direnggangkan lagi," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
Kebutaan

Kebutaan

Penyakit
Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Kenali Penyebab Tekanan Darah Tinggi di Pagi Hari

Health
10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.